Metro (LB): Pemerintah Kota Metro dan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, membangun dialog tentang arah kebijakan pemerintah dengan gagasan strategis insan pers dalam membangun masa depan Kota Metro. Hal itu disampaikan dalam audiensi JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Cabang Kota Metro, Senin (27/7/2026).
Rombongan JMSI diterima Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, Mewakili Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, di ruang kerjanya, yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro Deddy Hasmara.
Dalam.kegiayan ini Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan didampingi jajaran Pengurus Provinsi serta Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) JMSI Kota Metro Sony bersama para pengurus cabang.
Dalam kesempatan diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut, Ahmad Hariyanto menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Metro terhadap penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7JMSI yang akan berlangsung pada 2027.
Dalam pertemuan ini, Ahmad Hariyanto juga memaparkan arah pembangunan Kota Metro yang sedang disiapkan pemerintah. Menurutnya, Metro memiliki modal besar untuk berkembang menjadi kota dengan identitas ekonomi yang semakin kuat.
Beberapa program prioritas yang akan dikembangkan meliputi penguatan Metro sebagai sentra bibit unggul, daerah penyangga UMKM dan wisata kuliner, pusat pendidikan, serta optimalisasi kawasan strategis di sekitar pintu tol sebagai lokasi transit yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dari berbagai daerah di Lampung maupun tingkat nasional.
“Pembangunan kota Metro tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan juga pada penguatan ekosistem ekonomi, investasi, pendidikan, dan konektivitas wilayah,” papar Hariyanto.
Di sisi lain, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menyampaikan sejumlah pandangan yang melengkapi arah pembangunan tersebut. Menurut mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung itu, Metro sesungguhnya telah memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu kota paling kompetitif di Provinsi Lampung.
Ia menilai identitas Metro sebagai Kota Pendidikan harus terus diperkuat. Keberadaan belasan perguruan tinggi bukan hanya menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Aktivitas akademik yang berlangsung setiap tahun menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan, sekaligus berkontribusi terhadap tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro dibandingkan banyak daerah lainnya.
Selain pendidikan, Ahmad Novriwan menekankan pentingnya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan perjalanan Kota Metro. Menurutnya, pembangunan identitas kota tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus ditopang oleh pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai historis yang membentuk karakter daerah.
Ia juga mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam menciptakan desa-desa unggulan berbasis inovasi.
“Sinergi akademisi, pemerintah, media, dan masyarakat diyakini mampu mempercepat pengenalan Metro di tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Novriwan.
JMSI Lampung menilai penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional perlu terus diperbanyak. Sebuah kota tidak hanya dikenal karena pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga karena kemampuannya menghadirkan aktivitas yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran peserta, wisatawan, pelaku usaha, dan investor akan menciptakan efek berganda terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Ahmad Novriwan mengingatkan seluruh gagasan pembangunan hanya akan berjalan optimal apabila didukung soliditas kepemimpinan daerah.
“Kesamaan visi, komunikasi yang baik, serta kolaborasi antarlembaga menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program pembangunan dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar