Lampung Tengah (LB): Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII di Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, resmi dimulai, ditandai ground breaking dipimpin langsung Danrem 043/Garuda Hitam (Gatam) Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Rabu (9/9/2026).
Bagi TNI, jembatan sepanjang 65 meter itu bukan sekadar akses penghubung antarkawasan, tetapi diharapkan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Kegiatan yang mengusung tema “TNI Hadir untuk Rakyat” tersebut diikuti jajaran Korem 043/Gatam, para Dandim, serta pejabat pemerintah daerah melalui video conference (Vicon) dari wilayah masing-masing.
Di lokasi terpusat, kegiatan dihadiri Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, Kasilog Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf. Agung Budhi Purnomo, Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf. M. Sofrianes Salam, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Dandim 0411/KM Letkol Inf. Noval Darmawan, Dandenpom II/3 Letkol Cpm Anjan Pama, serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga Kampung Tanjung Ratu Ilir.
Pembangunan jembatan di Tanjung Ratu Ilir merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap VII yang mencakup 23 titik di wilayah Provinsi Lampung, dengan pengecualian Kabupaten Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat.
Program tersebut melanjutkan pembangunan Tahap I hingga Tahap VI yang sebelumnya telah mencakup sebanyak 70 titik jembatan. Khusus di Kampung Tanjung Ratu Ilir, jembatan yang dibangun merupakan jenis jembatan gantung dengan panjang 65 meter dan lebar 2,5 meter yang ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas warga yang selama ini membutuhkan jalur penghubung yang lebih memadai.
Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyampaikan apresiasi kepada Kodam XXI/Radin Inten, Korem 043/Gatam, Kodim 0411/KM, serta seluruh pihak yang mendukung pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas wilayah.
“Pembangunan jembatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial hingga konektivitas antarwilayah.
Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan memperoleh peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari ikhtiar TNI bersama pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi warga Lampung.
Menurut Danrem, makna pembangunan jembatan jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik. “Jembatan bukan sekadar konstruksi, tetapi menjadi penghubung harapan dan impian masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Sumarlin.
Ia menilai akses yang baik memiliki arti penting bagi masa depan generasi muda. Infrastruktur yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya dapat membuka kesempatan masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan, kegiatan ekonomi, pelayanan sosial, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Karena itu, Danrem mengajak seluruh komponen untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan dengan baik. Sinergi tersebut, kata dia, perlu melibatkan pemerintah daerah, Polri, anggota DPRD, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Selain pembangunan, Danrem juga menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan setelah jembatan selesai dibangun. Hal tersebut diperlukan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Ground breaking yang dipusatkan di Kampung Tanjung Ratu Ilir dan diikuti jajaran melalui vicon tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Pembangunan 23 titik Jembatan Perintis Garuda Tahap VII di Lampung diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.
Bagi warga Tanjung Ratu Ilir, jembatan yang ditargetkan rampung dalam 60 hari itu diharapkan menjadi lebih dari sekadar jalur penyeberangan: sebuah akses baru menuju kesempatan dan masa depan yang lebih baik.
“TNI hadir untuk rakyat, mengabdi dan membangun negeri,” ucap Danrem. (*/Red)
Tidak ada komentar