Lampung Selatan

Jurnalis Lampung Apresiasi Langkah Kadis Kominfo Lamsel Buka Ruang Dialog Terkait Kerja Sama Media

598
×

Jurnalis Lampung Apresiasi Langkah Kadis Kominfo Lamsel Buka Ruang Dialog Terkait Kerja Sama Media

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan (LB): Langkah Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS) yang akan menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan dinilai salah sasaran.

Sejumlah jurnalis menilai, aksi unjuk rasa ke Dinas Kominfo terkait persyaratan perpanjangan kerja sama dengan perusahaan itu tidak mendasar dan salah sasaran.

Pasalnya, persyaratan kerja sama tersebut diperuntukkan untuk perusahaan yang berbadan hukum dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas) bukan untuk personal profesi jurnalis.

Bahkan, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Lampung Selatan, Anasrullah, telah membuka ruang bagi rekan-rekan di KJHLS bisa berdialog agar hemat energi untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.

Langkah Kadis Kominfo Lampung Selatan itu pun menuai pujian di Grup WhatsApp Aktivis dan Jurnalis. Mayoritas anggota dalam grup itu banyak memuji langkah Kadis Kominfo Lampung Selatan yang mengajak untuk dialog bermusyawarah.

Diberitakan sebelumnya, Kadis Kominfo Lampung Selatan Anasrullah menyatakan Dinas Kominfo tidak bekerja sama dengan personal jurnalis atau pribadi wartawannya.

Menurut Anasrullah, pihaknya melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang berbadan hukum setingkat PT (Perseroan Terbatas) yang bergerak di bidang Pers.

“Karyawan dari perusahaan atau PT yang bekerja sama dengan kami di Dinas Kominfo di antaranya yaitu teman-teman yang berprofesi sebagai reporter, jurnalis, dan lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Anasrullah berharap rekan-rekan wartawan di Lampung Selatan lebih bisa berdaya dan sejahtera ketika mereka bekerja sebagai jurnalis di Perusahaan atau PT yang melakukan kerja sama dengan Dinas Kominfo.

“Jadi catat ya, mohon digarisbawahi, ada narasi bahwa kebijakan Dinas Kominfo tidak pro terhadap kearifan lokal dan saya dipandang arogan dan semena-mena. Saya pastikan itu tidak benar,” kata Anasrullah.

Sementara itu, salah satu jurnalis media online, Desmi menyatakan kebijakan Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan itu sudah tepat dan sesuai aturan serta dikuatkan dengan telah diterapkannya di Dinas Kominfo di Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

“Pernyataan Kadis Kominfo Lamsel itu menurut saya tepat. Contoh saya bekerja untuk Perusahaan Media, bukan untuk Kominfo. Andaipun perusahaan ternyata kontrak kerja sama dengan Kominfo itu wewenang yang punya perusahaan,” kata Desmi dikutip dari beberapa Grup WhatsApp aktivis dan jurnalis, Minggu (7/1/2024).

Lebih lanjut, jurnalis yang akrab disapa Re ini mengatakan persyaratan yang menjadi kebijakan Kadis Kominfo itu bukan untuk pribadi yang berprofesi sebagai jurnalis. Menurutnya, persyaratan itu untuk Pimpinan Redaksi sebuah perusahaan atau yang bergerak di bidang Pers.

“Jadi terkait syarat kerja sama yang dibuat Kominfo Lamsel itu, kalaupun mau protes itu seharusnya perusahaannya. Karena profesi jurnalis seperti saya, hanya karyawan yang bekerja di perusahaan atas perintah dan ditugaskan perusahaan,” kata Re.

Re menambahkan persyaratan itu pun sudah berlaku untuk semua. Mulai dari Dinas Kominfo Provinsi Lampung sampai Dinas Kominfo di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

“Kecuali kalau urusan gaji tidak dibayar perusahaan atau kesejahteraan jurnalis tidak di berikan haknya oleh perusahaan, ya yang didemo perusahaanya, bukan Kominfo,” ujarnya. (lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *