Bandar Lampung (LB): Komisi V DPRD Provinsi Lampung menggelar hearing dengan Dewan Pendidikan di ruang rapat Komisi V membahas sejumlah persoalan krusial yang masih membayangi dunia pendidikan di Bumi Ruwa Jurai, Senin (22/6/2026).
Ketua Komisi V DPRD Lampung, Dr. Yanuar Irawan, dalam paparannya menyoroti dua indikator utama yang menjadi perhatian serius: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). Menurutnya, capaian IPM dan APK Lampung belum menunjukkan progres signifikan dan membutuhkan penanganan lintas sektor.
“Persoalan pendidikan ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Karena itu, Komisi V mengajak Dewan Pendidikan untuk bersinergi mengurai beragam persoalan di bidang pendidikan,” tegas Yanuar Irawan di hadapan anggota Dewan Pendidikan Lampung.
Oleh sebab itu, ia menambahkan DPRD siap mensupport Dewan Pendidikan sebagai representasi masyarakat yang memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan terhadap kebijakan pendidikan di daerah. Kolaborasi dengan DPRD diyakini dapat mempercepat lahirnya solusi konkret di lapangan.
Hearing ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara legislatif dan Dewan Pendidikan. Kedua pihak sepakat bahwa peningkatan mutu pendidikan Lampung harus menjadi agenda prioritas bersama, tidak hanya fokus pada akses, tetapi juga kualitas dan relevansi lulusan.
Hadir dalam hearing tersebut, Ketua dan Wakil Ketua Komisi V Yanuar Irawan, Wakil Ketua Mardiana, beserta anggota Puji Sartono, Abdullah Sura Jaya, Budi Condrowati dan Marsha Dhita Pitaloka.
Sementara dari Dewan Pendidikan hadir Ketua Syafrimen, Wakil Ketua As’ad MuzzammIl, Sekretaris Gino Vanolie, beserta anggota masing-masing Topan Indrakarsa, Abdul Karim, Hengki Irawan, Tedy Purwoko, Burhanuddin, Mansyur, Tiara, dan Azkia Akidatul Izzah
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti hasil hearing melalui forum yang lebih teknis, melibatkan Dinas Pendidikan serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya di Provinsi Lampung. (Red)
Tidak ada komentar