x

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal Ratusan Rumah Rusak

waktu baca 4 minutes
Sabtu, 15 Agu 2026 22:23 0 43 admin

Manggarai Barat (LB): Nusa Tenggara Timur diguncang Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 dan menelan korban jiwa 47 orang meninggal dan ratusan rumah rusak, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer (km) timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Pusat gempa ada pada kedalaman 15 km.

“Total korban meninggal dunia 47 orang. Rinciannya: di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. BNPB dan pihak lain mengirim bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana.

Data sementara hingga Sabtu (15/8/2026) sore, total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, merinci korban di Kabupaten Manggarai Timur tercatat ada 11 orang meninggal dunia dan yang luka-luka ada 24 orang. Kemudian, di Kabupaten Sikka ada 3 orang meninggal dan 2 orang luka-luka.

Di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 1 korban meninggal dunia dan 2 orang terluka. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai itu ada 24 orang korban jiwa dan yang 22 orang korban luka. Sementara, di Kabupaten Nagekeo terdapat 1 orang meninggal dunia.

“Sampai saat ini tim masih bekerja di lapangan dan kita juga berharap kita memanfaatkan golden hour pada 72 jam semenjak kejadian kita bisa menyelamatkan dan berupaya untuk bisa mengevaluasi seluruh korban yang terdampak adanya bencana. Kita semua berharap dengan semua dukungan seluruh potensi SAR Nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Dia mengatakan Basarnas Kantor Pusat juga akan menuju lokasi terdampak. Dia mengatakan helikopter Basarnas juga sudah dikerahkan dan saat ini berada di Bandara Ngurah Rai dan drone untuk diisi di sana.

“Kemudian tadi sore kami juga monitor kekuatan kapal KN Puntadewa dari Maumere juga sudah tiba di Pelabuhan Waingapu untuk melaksanakan kegiatan evakuasi yang ada di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Pihaknya memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi pelabuhan pascagempa.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Masyhud, seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (15/8/2026).

“Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24-48 jam, serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan,” imbuhnya.

Gempa juga mengakibatkan infrastruktur pelabuhan rusak parah, antara lain :

1. Pelabuhan Laurentius Say/Maumere

Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang. Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak.

2. Pelabuhan Labuan Bajo

Terdapat kerusakan pada kantor dan terminal penumpang Pelabuhan Marina Labuan Bajo berupa keretakan tembok dan dermaga. Sementara itu, di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu ditemukan keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang. Dampak terhadap pengguna jasa, beberapa perjalanan wisata yang dibatalkan sementara. Namun saat ini pelayaran sudah dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman.

3. Pelabuhan Marapokot

Fasilitas Pelabuhan Marapokot, khususnya causeway dan dermaga eksisting, dilaporkan mengalami penurunan elevasi. Kerusakan lain, pagar pembatas mengalami keruntuhan.

Pelabuhan lain yang terdampak dan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yaitu Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait,” ujarnya. (*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
LAINNYA