Gambar: Ilustrasi AI
Lampung Utara (LB): Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, di antaranya adalah meningkatnya penggunaan artificial intelligence (AI) oleh mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah.
Penggunaan AI dalam pengerjaan tugas kuliah semakin marak di kalangan mahasiswa karena dinilai mampu membantu dan mempercepat penyelesaian tugas sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir kritis serta kualitas pembelajaran mahasiswa.
Menyikapi hal ini, dosen UMKO, Dr. Sumarno, M.Pd., mengatakan AI memiliki dampak positif sekaligus negatif dalam dunia pendidikan. Menurutnya, penggunaan AI sesuatu yang tidak dapat dihindari, tetapi tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Penggunaan kecerdasan artifisial memang tidak bisa dihindari, tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Dia menjelaskan dampak penggunaan AI sangat bergantung pada integritas dan disiplin mahasiswa. Jika digunakan dengan baik, AI dapat membantu proses pembelajaran dan meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas. Namun, jika digunakan tanpa disertai analisis kritis, AI justru dapat menurunkan kualitas belajar mahasiswa.
“Penggunaan AI secara langsung tanpa proses penyuntingan dan evaluasi juga dikhawatirkan dapat menyebabkan plagiasi serta mengurangi kemampuan berpikir mandiri mahasiswa,” ujar Sumarno, baru-baru ini.
“Mahasiswa akan lebih mengandalkan kecerdasan artifisial tanpa disertai analisis kritis sehingga berpotensi terjebak dalam tindakan plagiasi,” tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hasil pekerjaan dengan AI memang dapat terlihat rapi dan sistematis, tapi belum tentu mencerminkan pemahaman mahasiswa secara mendalam karena AI bekerja berdasarkan sistem mesin.
“Hasil dari kecerdasan artifisial tidak dapat digunakan secara langsung tanpa melalui telaah kritis dan validasi,” ucapnya.
Terkait aturan penggunaan AI di lingkungan kampus, dia mengaku hingga saat ini Universitas Muhammadiyah Kotabumi belum memiliki kebijakan tertulis mengenai penggunaan teknologi tersebut dalam kegiatan akademik.
“Belum ada peraturan tentang penggunaan AI dari kampus. Oleh karena itu, penggunaan AI masih sangat bergantung pada kesadaran, integritas, dan tanggung jawab masing-masing mahasiswa,” pungkasnya.
Sementara itu, fenomena penggunaan AI menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan modern. Kehadiran AI mampu membantu mahasiswa meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menyelesaikan tugas kuliah.
Penggunaan AI dalam tugas kuliah dianggap dapat menjadi solusi sekaligus ancaman bagi mahasiswa. Teknologi tersebut dapat memberi manfaat besar jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Sebaliknya, tanpa disertai kemampuan berpikir kritis, penggunaan AI justru berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa UMKO mengaku AI membantu mereka dalam menyusun kalimat agar lebih rapi dan logis, serta mempermudah pencarian referensi tambahan untuk menyelesaikan tugas kuliah. Bahkan, sebagian mahasiswa merasa mulai terbiasa menggunakan teknologi tersebut dalam kegiatan akademik.
“Tanpa AI, saya merasa sedikit kesulitan karena teknologi ini sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah,” ungkap salah satu mahasiswa berinisial SAF.
Meskipun memberikan banyak kemudahan, SAF menilai ketergantungan terhadap AI dapat membuat mahasiswa menjadi kurang aktif dalam menganalisis dan memahami materi secara mandiri.
“Menurut saya, penggunaan AI memiliki sisi positif dan negatif. Jika tidak menggunakan AI, kita bisa mengalami kesulitan, tetapi jika terlalu bergantung juga tidak baik,” ujarnya. (*)
Berita ini merupakan hasil liputan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) sebagai salah satu prasyarat dalam Mata Kuliah Editorial.
Tidak ada komentar