x

‎Miris! Harus Bersih-Bersih Gegara Banjir, Sudah 2 Hari Siswa MTs YMPI Putihdoh Tanggamus Tidak Bisa Belajar ‎

waktu baca 3 minutes
Selasa, 9 Sep 2025 13:07 0 393 admin

‎Tanggamus (LB): Sudah dua hari, sejak kemarin hingga hari ini, siswa-siswi dan guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) YMPI Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, bergotong royong membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolahnya pascabanjir merendam sekolah tersebut sejak Jumat (5/9/2025).

‎Tampak seluruh siswa dengan semangat membersihkan kelas dan lingkungan sekolah dengan peralatan seadanya; sapu, ember dan alat mengepel lantai. Sebagian siswa tampak mengangkut batu dan karung berisi pasir, kemudian ditata di beberapa bagian sekolah sebagai upaya mencegah air masuk jika hujan kembali turun.

‎Perlengkapan yang digunakan merupakan milik para siswa yang dibawa secara suka rela dari rumah, karena peralatan kebersihan yang ada di sekolah ludes, hanyut dibawa banjir.

‎Salah satu siswa MTs YMPI Putihdoh bernama Alzier Libasitaqwa, mengatakan sudah sejak dua hari ini dia bersama teman-temannya bergotong royong membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah.

‎”Kami lagi bersih-bersih ruang kelas dan semua, karena kemaren banjir jadi banyak lumpur masuk,” ucap siswa yang biasa dipanggil Ibas ini, Selasa (9/9/2025).

BERSIH-BERSIH. Siswa-siswi MTs YMPI Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, bergotong royong kerja bakti bersih-bersih sekolah pascabanjir.

‎Siswa kelas VIII ini juga berharap pemerintah dan para dermawan bisa membantu agar sekolahnya tidak selalu terendam banjir setiap hujan turun. “Sekolah kami sering kebanjiran, halaman sekolah jadi kayak sawah, semoga ada yang mau bantu biar kami bisa lebih nyaman belajar,” imbuhnya.

‎Ditemui di kantornya, Kepala MTs YMPI Putihdoh Mu’alla, S.Pd.I. membenarkan jika sekolahnya memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun cukup deras. Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah dan maayarakat yang peduli bisa memberikan perhatian serta bantuan untuk sekolahnya.

‎”Kalau banjir memang sudah langganan, kasian anak-anak jadi terganggu belajarnya. Kami berharap pemerintah dan para donatur dapat membantu menemukan solusi dari kondisi ini,” ucapnya.

‎”Coba lihat itu, halaman sekolah sudah seperti kubangan. Begitulah kondisinya kalau hujan,” ujar Mu’alla sambil menunjukkan kondisi halaman sekolah yang mirip kubangan.

LAYAKNYA SAWAH. Tampak halaman sekolah yang selayaknya sawah karena dipenuhi lumpur. Kondisi seperti ini seharusnya tidak dibiarkan, pemerintah harus turun tangan demi anak bangsa. (Foto: dok. lampungbarometer.id)

‎Dia juga mengungkapkan sekolahnya berdiri pada 2010 dan kini memiliki siswa 190 orang serta 16 orang guru. Selama ini, ucapnya, sekolahnya tidak memungut biaya apapun, bahkan siswa mendapat seragam sekolah gratis.

‎”Alhamdulillah siswa kita lumayan banyak, ada 190 siswa. Untuk guru ada 16 orang. Sekolah kita gratis, anak tidak kita pungut biaya, bahkan seragam juga kita berikan secara gratis,” ungkap Mu’alla.

‎Lebih lanjut dia berharap sekolah yang dipimpinnya bisa menciptakan siswa-siswi yang berilmu, menguasai teknologi dan beriman kepada Allah Swt.

‎”Semoga MTs YMPI Putihdoh ini bisa menjadi wadah pendidikan yang mampu menciptakan generasi yang berilmu dan bermartabat. Oleh sebab itu, siswa siswi berharap mereka bisa punya sarana dan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

‎Diketahui, banjir Sempat merendam seluruh pekon di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akibat hujan deras pada Sabtu (6/9/2025). Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Selain banjir, hujan juga menyebabkan tanah longsor di beberapa titik bahkan sempat menutup badan jalan sehingga tidak bisa dilalui dan mengakibatkan lalu lintas kendaraan macet total. (Herdi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
LAINNYA