Info Unila

Sela Vennas AIHII XV Gelar Seminar Nasional Diikuti Dosen Hubungan Internasional Se-Indonesia

232
×

Sela Vennas AIHII XV Gelar Seminar Nasional Diikuti Dosen Hubungan Internasional Se-Indonesia

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Sela Konvensi Nasional (Vennas) Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) XV menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Optimalisasi Learning Outcomes Lulusan Hubungan Internasional melalui Inovasi Ragam Metode Pembelajaran” di Universitas Lampung (Unila), Jumat (28/6/2024).

Seminar nasional yang dipandu moderator Hasbi Sidik, S.IP., M.A., diikuti para dosen Hubungan Internasional (HI) se-Indonesia dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Ari Darmastuti, M.A., Dr. Wawan Budi Darmawan., S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti.

Prof. Ari Darmastuti dalam pemaparannya menyampaikan strategi mewujudkan capaian pembelajaran mata kuliah. Menurutnya, capaian pembelajaran dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) harus mengandung empat unsur utama.

“Dalam KKNI kita harus memperhatikan empat unsur yaitu, unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan terdapat tantangan dalam perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang meliputi tuntutan Indikator Kinerja Utama (IKU), pengukuran sikap dan perilaku CPL dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta pengalaman metode Student Center Learning (SCL) di kelas yang tidak maksimal.

Adapun strategi yang dapat diterapkan yaitu, memodifikasi cara pembelajaran dengan sistem kuliah 50% case based 25% dan project based 25%. Selain itu dapat dengan memodifikasi case based dalam kuis kelompok serta modifikasi project based.

Dr. Wawan Budi Darmawan menjelaskan kompetensi lulusan HI menjadi dasar untuk mengembangkan CPL program studi, mendorong peningkatan dan penyetaraan standar kompetensi utama lulusan prodi HI sesuai jenjang, adanya visi keilmuan jelas dan kekhasan yang menjadi fokus pengembangan program studi serta luaran terukur.

Seminar ditutup dengan paparan materi Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti melalui topik pembahasan “Mendiskusikan Kembali Kurikulum HI: Merespons Tantangan dan Dinamika Global Kontemporer”.

Ia menjelaskan dalam pemaparannya inovasi metode riset dan pembelajaran meliputi penggunaan teknologi digital (LMS) untuk proses pembelajaran, pembelajaran interaktif dan inovatif (studi kasus, simulasi, proyek kelas/kelompok, penugasan poster riset, policy paper, policy brief) serta pengembangan metode riset dengan memanfaatkan teknologi digital.

Seminar diharapkan dapat memberi manfaat bagi disiplin ilmu HI, terutama dalam hal pembenahan kurikulum program studi, sehingga para lulusan HI dapat merespons tantangan dan kebutuhan global secara responsif dan adaptif. (uni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *