x

Piala Dunia 2026: Gara-Gara Kiper 40 Tahun Spanyol Gagal Menang Lawan Cape Verde

waktu baca 2 minutes
Selasa, 16 Jun 2026 15:41 0 1092 admin

Bandar Lampung (LB): Tim raksasa sepak bola sekaligus unggulan juara, Spanyol, hanya bermain imbang 0-0 melawan tim debutan Cape Verde (Tanjung Verde) dalam laga fase grup Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (16/6/2026) WIB.

Hasil itu cukup mengejutkan, La Furia Roja yang diunggulkan menang justru cuma imbang dan gagal bikin gol. Padahal, di atas kertas Tanjung Verde yang berada di urutan 64 FIFA, kalah jauh dibanding Spanyol yang ada di ranking ketiga FIFA.

Dalam laga itu, kiper gaek Tanjung Verde, Vozinha, yang berusia 40 tahun tampil oke dengan mencatatkan tujuh penyelamatan dan tiga kali menangkap bola di udara untuk bikin cleansheet, sehingga diganjar sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Bahkan, kini Vozinha membuat rekor dan tercatat sebagai kiper tertua yang mencatatkan cleansheet pada debutnya di Piala Dunia. Usai laga, Vozinha mengaku momen itu terasa emosional karena tidak bisa berbagi langsung dengan keluarganya.

“Ini adalah pesan terima kasih untuk semua orang di Cape Verde. Kami sangat bahagia setelah ini. Tim ini telah bekerja keras untuk bisa mencapai momen ini. Ini adalah hari yang membanggakan dan memuaskan,” kata Vozinha dikutip dari Yahoosport, Selasa (16/6).

Vozinha yang terlihat menangis usai laga, menjelaskan sisi pribadi di balik emosinya setelah pertandingan. Ada sedikit luka yang diungkapkannya.

“Saya menangis setelah pertandingan karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya saat kecil. Kini mereka sudah tidak ada lagi. Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya yang harus dibayar. Kami tidak sempat menyelesaikan semuanya tepat waktu,” kata dia.

Vozinha mengaku dia sangat bangga dengan perjuangan timnya yang berhasil menahan salah satu favorit juara dunia. Saat ini, Vozinha itu bermain untuk klub Portugal, Chaves, dan baru memulai karier profesionalnya di usia 25 tahun.

Sekilas tentang Tanjung Verde

Tanjung Verde adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Atlantik tengah, sekitar 570 kilometer di lepas pantai Afrika Barat. Negara dengan luas 4.033 km² ini dikenal sebagai salah satu negara paling stabil dan demokratis di benua Afrika.

Negara berpenduduk sekitar 596.707 (berdasar sensus Tahun 2022) ini ditemukan bangsa Portugis pada abad ke-15; mereka kemudian menjadi pusat perdagangan untuk budak-budak Afrika. Kebanyakan penduduk Tanjung Verde adalah keturunan dari kedua kelompok tersebut. Tanjung Verde merdeka pada 5 Juli 1975 dari Portugal. (AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA