TULANG BAWANG (lampungbarometer.id): Gabungan masyarakat empat kampung nelayan pesisir Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, melakukan aksi damai mendukung Program Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dalam pengerjaan alur pelayaran di muara Sungai Kuala Teladas, yang mengalami pendangkalan, Minggu (16/8/2021) Pukul 11.30 WIB.
Keempat kampung nelayan tersebut, yakni Kampung Teladas, Way Dente, Mahabang dan Kampung Kuala Teladas. Aksi ini sebagai bentuk dukungan masyarakat kepada Pemda Tulang Bawang, melalui pihak ketiga PT Sienar Tri Tunggal Perkasa (PT. STTP) agar tetap mengerjakan pendalaman alur pelayaran di muara Sungai Kuala Teladas.
“Kami masyarakat nelayan dari empat kampung pesisir meminta Pemkab Tulang Bawang dan Gubernur Lampung tetap mengerjakan pendalaman alur pelayaran di muara kuala teladas. Oleh sebab itu, kami menyatakan pernyataan tertulis dan sikap tegas minta pemerintah tetap meneruskan program tersebut,” tegas Koordinator aksi Rizal Erjon.
Rizal Erjon juga menegaskan program pendalaman alur tersebut jelas tidak menganggu tempat dan aktivitas nelayan, sebaliknya sangat menguntungkan sebab dengan dilakukan pendalaman, para nelayan tidak akan mengalami kendala seperti patah as dan kipas saat melaut.

“Bukan hanya itu, program tersebut juga bisa meningkatkan PAD masyarakat Kabupaten Tulangbawang, khususnya masyarakat di Kecamatan Dente Teladas,” ucapnya.
Selanjutnya Mardali, warga Kampung Way Dente, enyatakan sikap dukungan yang sama atas program tersebut dan berharap pihak terkait agar tetap melanjutkan proses pengerjaannya.
Mardali menjelaskan pada 2019 lalu mereka pernah mengusulkan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi supaya bisa dilakukan pendalaman alur pelayaran yang mengalami pendangkalan dan sangat menyulitkan saat melaut.
“Kami bersyukur atas pengusulan kami tersebut pemerintah telah mengabulkannya,” ungkapnya.
Ungkapan yang sama disampaikan Bambang, warga Kampung Kuala yang mengaku mendukung program tersebut. Sebab, menurut Bambang, program tersebut memang untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk penambang pasir, seperti isu yang beredar.
“Kami menyatakan sikap mendukung dalam pengerjaan proyek pemerintah dan Gubernur Lampung,” pungkasnya.
Dalam aksi ini, masyarakat nelayan dari empat kampung diterima perwakilan PT STTP, Mery Lelyana Lingga yang berjanji menyampaikan pernyataan sikap warga nelayan tersebut ke pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan Gubernur Lampung.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan aksi damai. Aspirasi masyarakat ini akan kita sampaikan kepada pemerintah, semoga proses pengerjaannya bisa berjalan lancar sesuai waktu pengerjaannya,” ujar Mery. (Red)
Tidak ada komentar