Pringsewu (LB): Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara yang akan di laksanakan di Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu upaya pelestarian benda pusaka dan kekayaan seni budaya Nusantara.
Kegiatan ini nantinya merupakan salah satu tangkai kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2027 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 JMSI yang akan digelar di Lampung pada Februari 2027.
Hal ini diungkapkan Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan saat bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).
Pada pertemuan ini, Ahmad Novriwan yang didampingi Wakil Ketua Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, Divisi Bidang Usaha sekaligus Ketua Umum Paguyuban Panjisewu Donny Estavian, dan Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah serta jajaran pengurus.
Novriwan membeberkan ide Festival Keris Nusantara ini muncul atas keprihatinan JMSI Pusat terhadap makin tergerusnya khasanah benda pusaka di Indonesia, termasuk Lampung.
“Organisasi JMSI ini merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalam organisasi ini anggotanya ada beragam kesibukan, di antaranya ada yang menggeluti dunia benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu. Bahkan menjabat ketua umumnya,” ungkap Novriwan.
“Berangkat dari realita tersebut, JMSI memandang Festival Keris Pusaka Nusantara penting untuk dilaksanakan sebagai salah satu upaya pelestarian khasanah pusaka dan adat budaya yang ada di Lampung,” imbuhnya.
Donny Estavian, dalam kesempatan ini menjelaskan JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah sepakat berkolaborasi dalam pelestarian budaya serta khasanah pusaka nusantara.
Menurutnya, hal ini layak diapresiasi. Ia juga menilai kerja sama antara organisasi media dan pemerintah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya bangsa.
“Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka,” ujar Donny.
Menurutnya, pertemuan Ketua Umum JMSI dan Menteri Kebudayaan merupakan kabar gembira di tengah makin tergerusnya khasanah budaya saat ini. Ia menilai, menjaga eksistensi khasanah budaya memerlukan dukungan energi besar serta kolaborasi berkelanjutan.
“Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberi suntikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah.”
Paguyuban Panjisewu ini telah berdiri enam tahun. Selama itu pula, organisasi ini aktif berkontribusi dalam kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan pemerintah masih terbatas,” pungkasnya.
Menanggapi rencana ini, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyatakan mendukung agenda tersebut. Namun, dia menilai perlu adanya konsep dan narasi yang kuat berkaitan dengan keris Lampung.
“Ini positif, dan tentu kita dukung. Namun, perlu dibangun redaksional yang menggambarkan detail keris Lampung ini. Selain itu, juga perlu dibangun narasi. Ini penting untuk membangun imej sehingga kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara ini menarik minat masyarakat Lampung,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengungkapkan terkait desain keris Lampung sudah ada yang menghadap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal untuk mengajukan desain. “Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan desain kepada Bapak Gubernur. Namun, seperti apa hasilnya saya belum tahu,” tandasnya. (jmsi)
Tidak ada komentar