x

Deteksi Dini Kanker Diperkuat, Layanan RSAM Terus Digenjot

waktu baca 5 minutes
Kamis, 1 Okt 2026 20:18 0 8 admin

Bandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini kanker dengan mendorong optimalisasi layanan kesehatan primer hingga pengembangan layanan kanker di RSUD Abdul Moeloek.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Bakti Sosial bertema “Deteksi Dini Kanker Payudara” yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) di Auditorium Cinema RS Abdul Moeloek, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ke-29 PERABOI yang tahun ini berlangsung di Lampung. Selain edukasi, kegiatan diisi pemeriksaan deteksi dini kanker payudara bagi masyarakat.

Jihan mengapresiasi PERABOI yang memilih Lampung sebagai tuan rumah PIT Ke-29 sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung tentu saja saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang luar biasa kepada Perhimpunan Dokter Bedah Onkologi Indonesia,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, penanggulangan kanker tidak cukup hanya mengandalkan layanan pengobatan di rumah sakit. Upaya tersebut harus dimulai dari tingkat paling awal melalui pencegahan dan deteksi dini.

“Kita harus mengurainya sejak dari hulunya. Dari hulunya itu adalah deteksi dini,” katanya.

Jihan menilai penguatan layanan kesehatan primer menjadi bagian penting dalam memperluas akses deteksi dini. Salah satunya melalui Posyandu Dewasa dalam skema Integrasi Layanan Primer (ILP).

DETEKSI DINI. Tampak ibu-ibu mengikuti Bakti Sosial “Deteksi Dini Kanker Payudara” yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) di Auditorium Cinema RS Abdul Moeloek, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, keberadaan Posyandu Dewasa perlu terus disosialisasikan dan dioptimalkan agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan kesehatan lebih dekat. Ia mengakui implementasi ILP masih membutuhkan penguatan, baik dari sisi sosialisasi maupun pelaksanaan pelayanan di lapangan.

Pemprov Lampung, lanjut Jihan, juga mendorong penguatan sarana dan sumber daya manusia di puskesmas. Ketersediaan alat ultrasonografi (USG), misalnya, perlu diikuti peningkatan kompetensi tenaga kesehatan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, Pemprov Lampung terus mengembangkan layanan kanker di RS Abdul Moeloek. Layanan kemoterapi telah tersedia, sedangkan layanan radioterapi masih dalam tahap pengembangan.

“Kita hampir lengkap sebetulnya pelayanan di Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk pelayanan kanker. Kemoterapinya tentunya sudah ada dan nanti kita segera menyusul radiasi,” ujar Jihan.

Kanker Payudara Masih Jadi Perhatian

Ketua Panitia PIT PERABOI ke-29, dr. Bintang Abadi Siregar, Sp.B (K) Onk, mengatakan kanker payudara dipilih sebagai tema bakti sosial karena tingginya angka kejadian penyakit tersebut, baik di Indonesia maupun dunia.

“Kenapa diambil tema kanker payudara? Karena sampai saat ini, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, kanker paling tinggi insidennya adalah kanker payudara,” ujar dr. Bintang.

Ia menjelaskan, tema PIT PERABOI ke-29, “Replicating the Escalation Strategies in Surgical Cancer and Novel Treatment”, tidak hanya membahas perkembangan teknologi dan penanganan kanker melalui tindakan operasi.

Lebih dari itu, tema tersebut juga menekankan pentingnya menemukan kanker sedini mungkin sehingga pasien dapat memperoleh penanganan pada waktu yang tepat.

Dalam konteks kanker payudara, semakin dini kelainan ditemukan dan dievaluasi, semakin banyak pilihan penatalaksanaan yang dapat dipertimbangkan.

Karena itu, masyarakat didorong mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan mandiri atau SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan pemeriksaan klinis atau SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).

dr. Bintang juga memperkenalkan keterlibatan pasangan melalui pemeriksaan yang disebut SADAMI (Periksa Payudara oleh Suami).

“Deteksi dini ini juga merupakan suatu kepedulian terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan terhadap orang-orang yang kita cintai,” katanya.

Menurut dr. Bintang, salah satu tantangan penanganan kanker adalah masih adanya masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa seseorang tidak memiliki penyakit selama tidak merasakan keluhan.

Padahal, kanker pada tahap awal dapat tidak menimbulkan gejala yang dirasakan pasien. Karena itu, pemeriksaan tidak seharusnya menunggu munculnya keluhan berat.

“Jangan menunggu sampai timbul keluhan berat untuk memeriksakan diri,” tegasnya.

Ia juga mendorong Posyandu Dewasa di tingkat puskesmas agar dapat menjadi salah satu pintu masuk pemeriksaan dan deteksi dini.

“Alangkah baiknya kalau di puskesmas, PPK 1 itu mengadakan Posyandu Dewasa. Kalau itu dilakukan, deteksi dini lebih cepat dilakukan,” ujarnya.

Perwakilan Ketua PERABOI, dr. Rian Febian Sofyan, SpB, Subso, Onk(K), menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Lampung, Dinas Kesehatan, RS Abdul Moeloek, PERABOI Lampung, panitia, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan deteksi dini menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kanker. “Semakin dini kita temukan kankernya, angka survival-nya makin baik, angka kesembuhannya makin baik, angka kekambuhannya makin kecil, dan kualitas hidupnya makin baik,” ujarnya.

Rian mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan tanda yang tidak biasa, seperti benjolan, luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu, atau perubahan pada payudara maupun bagian tubuh lainnya.

Menurutnya, deteksi dini tidak hanya berkaitan dengan kanker payudara, tetapi juga berbagai jenis kanker lain, termasuk kanker kepala dan leher, tiroid, kulit, serta jaringan lunak.

“Memang tidak semua keluhan-keluhan tersebut adalah kanker, namun pemeriksaan sejak dini akan memberikan kepastian sekaligus memungkinkan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan optimal,” katanya.

Rian menilai bakti sosial tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah, rumah sakit, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperluas akses layanan kanker di Lampung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga penanggulangan kanker tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan deteksi dini.

“Kegiatan ini bukan semata-mata mengobati kanker, melainkan menemukan penyakit sedini mungkin, memberikan terapi terbaik, meningkatkan kualitas hidup, dan menyelamatkan lebih banyak pasien,” pungkasnya. (lpg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA