x

Gubernur Mirza: Pembangunan Bukan Hanya Jalan dan Jembatan, Jangan Lupa SDM

waktu baca 4 minutes
Minggu, 27 Sep 2026 21:28 0 90 admin

Bandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan Lampung tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur. Jalan, jembatan, dan gedung, menurut dia, harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang memiliki iman, akhlak, dan karakter.

Pesan itu disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Perayaan Maulid Nabi sekaligus penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.

“Saya selalu meyakini membangun Lampung tidak cukup hanya dengan membangun jalan, membangun Lampung tidak hanya cukup membangun jembatan dan gedung. Membangun Lampung yang paling penting adalah membangun manusianya,” ujar Mirza.

Menurutnya, pembangunan manusia merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi emas Lampung. Karena itu, penguatan pendidikan, pembinaan keagamaan, dan pembentukan akhlak harus menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Diinformasikan Maulid Arbain Lampung 2026 merupakan kegiatan keagamaan berupa pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW selama 40 malam berturut-turut di sejumlah tempat di Provinsi Lampung.

MAULID NABI. Maulid Nabi sekaligus penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.

Mengusung tema “Lampung Bersinar” atau Bersih Narkoba, kegiatan tersebut antara lain diarahkan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi narkoba dan berbagai aktivitas negatif.

Rangkaian kegiatan diisi pembacaan salawat, Maulid Simthudduror, ratib, zikir, serta tausiyah dari para habaib, kiai, dan asatiz. Kegiatan juga terbuka bagi masyarakat dan ditutup di Masjid Raya Al-Bakrie.

Di hadapan jamaah, Mirza mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semestinya diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, kelembutan terhadap keluarga, kesantunan kepada sesama, hingga kepedulian terhadap kehidupan sosial.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya kita jadikan selalu menjadi kesempatan untuk kita memperbaiki akhlak, memperbaiki cara kita bekerja, memperbaiki cara kita bertetangga, dan memperbaiki bagaimana kita harus ikut membangun kehidupan kita secara bersama-sama,” katanya.

Mirza mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus pembangunan daerah. Salah satu program yang disebutkan adalah satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz Al-Qur’an setiap tahun.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Mirza menargetkan tidak ada desa maupun masjid jami di kampung yang tidak memiliki imam yang hafiz Al-Qur’an.

Selain itu, pemerintah ingin memperkuat keberadaan ulama di tingkat desa agar dapat ikut membimbing dan mendidik generasi muda.

Mirza menekankan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Peran ulama, habib, dan majelis keagamaan dinilai penting untuk menjaga akhlak sekaligus memberikan arah kepada generasi muda.

“Maka, para habib, para alim, para ulama, pemerintah tidak bisa melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia sendiri. Harus dibantu dengan ulama, harus diarahkan dengan ulama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan apresiasi kepada Majelis Maulid Arbain Lampung, Ketua Majelis Maulid Arbain Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi bin Taufiq Al Muhdhor, panitia, donatur, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurut Mirza, kegiatan keagamaan seperti Maulid Arbain memiliki peran dalam menjaga akhlak masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Maulid Arbain Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi Al Muhdhor mengatakan penutupan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Maulid Arbain yang telah berlangsung selama sembilan tahun.

“Untuk itu, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, dan tuan rumah yang turut andil dalam menyukseskan malam hari ini,” ujar Syauqi.

Penutupan Maulid Arbain turut dihadiri Kapolda Lampung, unsur Korem 043/Gatam, para habaib, ulama, dan masyarakat.

Sejumlah rangkaian kegiatan digelar dalam penutupan tersebut, antara lain pembacaan ratib dan zikir, maulid, mahalul qiyam, serta ceramah agama oleh KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Dr. Al Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, dan Dr. Al Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.

Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 juga dirangkaikan dengan ijab kabul pernikahan Muhammad Renaldo Aldriawan dan Siti Fatonah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong agar pembangunan fisik dan pembangunan manusia berjalan beriringan.

Penguatan pendidikan, keberadaan ulama dan hafiz di desa, serta pembinaan akhlak diharapkan menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang beriman, berkarakter, menjauhi narkoba, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Dengan demikian, pembangunan Lampung diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga manusia yang mampu memanfaatkan, merawat, dan mengembangkan hasil pembangunan secara berkelanjutan. (lpg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA