Bandar Lampung (LB): Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan, mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya wartawan senior Syamsul Bahri Nasution pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 WIB.
“Almarhum orang baik, guru, hormat kepada semua wartawan dan tidak pilih-pilih. Kita semua berduka dan merasa kehilangan,” ujar Novriwan, Senin (16/2/2026).
Novriwan menilai Syamsul Bahri Nasution sebagai sosok guru sekaligus sahabat satu profesi yang menyenangkan. Menurutnya, almarhum selalu menghadirkan nuansa egaliter di tengah para pewarta.
Kabar wafatnya sosok yang dikenal rendah hati dan mudah bergaul ini mengejutkan banyak pihak, pasalnya sebelum mengembuskan napas terakhir, dia diketahui masih beraktivitas seperti biasa tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit serius.
Informasi yang dihimpun, almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, takdir berkata lain. Ia dinyatakan meninggal dunia pada malam itu juga.
Nama Syamsul Bahri Nasution bukanlah sosok asing di jagat media Lampung. Dedikasinya terhadap profesi wartawan telah terbentang selama puluhan tahun.
Ia tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak Agustus 1984.
Dalam kariernya, Syamsul pernah mengemban sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan media. Ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV), serta Pemimpin Redaksi dan Manajer di Lampung Post pada periode 1990–1999. Selain itu, almarhum juga pernah berkiprah sebagai manajer di MNC Group pada 2008–2011.
Di masa hidupnya, Syamsul dikenal sebagai mentor yang terbuka dan tidak pelit berbagi ilmu kepada generasi muda wartawan.
Bagi Novriwan, kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas pers di Lampung.
“Kita kehilangan sosok panutan. Beliau tidak hanya mengajarkan teknis jurnalistik, tetapi juga sikap dan etika sebagai wartawan,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar