x

‎Viral Berita Atlet PON Tidak Diterima SPMB Jalur Prestasi di SMPN 2 Balam, Pihak Sekolah Gelar Rekonsiliasi

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 5 Jul 2025 18:17 0 1875 admin

‎Bandar Lampung (LB): Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 2 Bandar Lampung mengakui adanya keterbatasan pemahaman dan informasi dalam kualifikasi skala sertifikat kejuaraan dan sepakat rekonsiliasi dengan orang tua dari Alvisyah Aina Zahira, pendaftar Jalur Prestasi Non-Akademik, yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus padahal memiliki sertifikat Juara 2 Babak Kualifikasi PON.

‎Pertemuan kedua pihak dilakukan di Ruang Rapat SMPN Bandar Lampung, Sabtu (5/7/2025) sekitar Pukul 9.30 WIB.

‎Dalam pertemuan ini Kepala SMPN 2 Bandar Lampung, Abdul Khanif, M.Pd. tidak bisa hadir dengan alasan sedang ada pertemuan dinas, sehingga hanya diwakili Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Sarana Prasarana Sutardi, S.Pd. dan Waka Bidang Kurikulum, M. Sujadmoko, M.Pd., M.Si.

Sutardi menjelaskan tidak lolosnya salah satu pendaftar atas nama Alvisyah Aina Zahira, peraih Juara 2 Sepatu Roda Babak Kualifikasi PON 2025 Aceh-Sumut, disebabkan keterbatasan panitia dalam memverifikasi skala sertifikat kejuaraan yang dilampirkan calon murid.

‎”Kami mengakui, keterbatasan informasi dan pemahaman panitia SPMB dalam mengkualifikasikan skala sertifikat kejuaraan adalah awal mula terjadinya hal ini. Oleh sebab itu, rekonsiliasi ini untuk mencocokkan kembali data dan kami akan memperbaikinya agar Alvisyah Aina Zahira lulus penerimaan murid baru disini,” ujar Sutardi.

REKONSILIASI. Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2025/2026 gelar rekonsiliasi dengan orang tua salah satu pendaftar jalur prestasi, Alvisyah Aina Zahira, yang sempat dinyatakan tidak diterima, Sabtu (5/7/2025).

‎”Mohon maaf hari ini Bapak Kepala Sekolah berhalangan hadir, jadi tidak bisa menerima secara langsung,” ucapnya.

‎Sedangkan Sujadmoko mengungkapkan dalam SPMB Tahun Pelajaran 2025/2026, Jalur Prestasi Non-Akademik di SMPN 2 Bandar Lampung memang banyak peminat dari berbagai bidang prestasi sehingga panitia tidak bisa menghadirkan penguji ahli di setiap bidang ujian praktik.

‎”Jalur Prestasi Non-Akademik ini banyak bidangnya, salah satunya bidang olahraga yang di dalamnya ada berbagai cabang olah raga, termasuk cabang olah raga sepatu roda, sehingga panitia tidak bisa menghadirkan penguji ahli karena keterbatasan,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Dimas Sumahadi, ayah dari Alvisyah Aina Zahira, mengapresiasi pihak SMPN 2 yang telah mengadakan pertemuan dalam rangka rekonsiliasi. Menurutnya ini adalah iktikad baik yang ditunjukan pihak sekolah dalam mengoreksi kekeliruan atas input data murid pada SPMB.

‎”Alhamdulillah SMPN 2 Bandar Lampung merespon ketidaklulusan anak saya dengan penyelesaian secara kekeluargaan, dan anak saya yang memang memenuhi kriteria secara administratif dapat diterima klaimnya. Tentunya hal ini akan jadi pembelajaran dan koreksi agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa,” ujarnya.

‎”Harapannya ke depan panitia pelaksana SPMB bisa meng-upgrade kualitas sistem dan kualitas personalnya agar bisa lebih objektif dan tidak terdapat kekeliruan pendataan,” pungkasnya.

‎Sebelumnya diberitakan salah satu pendaftar Jalur Prestasi Non-Akademik, di SMPN 2 Bandar Lampung, yakni Alvisyah Aina Zahira, yang merupakan atlet sepatu roda Provinsi Lampung peraih Juara 2 Babak Kualifikasi PON 2024 di Aceh-Sumut dinyatakan tidak diterima. Sementara itu, pendaftar lain yang hanya bersertifikat Juara 1 open tournament nasional dan Juara 2 kejuaraan tingkat nasional malah dinyatakan diterima.

‎Kepada lampungbarometer.id, Dimas, ayah calon siswa tersebut, mengatakan keprihatinannya serta merasa aneh atas keputusan panitia SPMB SMPN 2 Bandar Lampung yang memberikan penilaian dan menyatakan pendaftar atas nama Alvisyah Aina Zahira tidak lulus.

‎”Saya merasa prihatin atas keputusan panitia dalam memberikan penilaian terhadap sertifikat yang dilampirkan. Anak saya mendaftar melalui Jalur Prestasi Non-Akademik dengan melampirkan sertifikat Juara 2 Sepatu Roda Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) 2024 di Aceh-Sumut. Sertifikat ini hanya mendapat poin 1,75, sedangkan pendaftar lain yang mendaftar dengan melampirkan sertifikat Juara 1 even Open Tournament Sepatu Roda Tingkat Nasional mendapat poin 2,” ungkapnya, Jumat (4/7/2025).

‎”Level kedua even ini kan berbeda, yang satu even Kualifikasi PON sedangkan yang lain hanya even open turnamen. Lah kok bisa-bisanya, dianggap sama,” ungkapnya. (Herdi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juli 2025
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
LAINNYA