x

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Bawa Sulam Jelujur Sampai ke New York

waktu baca 4 minutes
Minggu, 5 Feb 2023 00:23 0 199 Admin

JAKARTA (LB): Pekan Mode New York atau New York Fashion Week merupakan salah satu ajang fashion paling bergengsi di dunia bersama Paris Fashion Week, London Fashion Week, dan Milan Fashion Week.

New York Fashion Week diselenggarakan pada Februari dan September setiap tahunnya di New York, Amerika Serikat. Pekan mode yang awalnya disebut “Press Week” ini mulai diselenggarakan sejak 1943 saat Perang Dunia II meletus.

Kini gelaran New York Fashion Week telah menjadi kiblat mode dunia selain Paris, London, dan Milan. Di ajang bergengsi New York Fashion Week itulah Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis membawa Sulam Jelujur dari Kabupaten Pesawaran terbang tinggi pada 11 September 2022.

“Pemerintah Daerah Pesawaran mengenalkan produk kerajinan sulam jelujur pada event Indonesia Fashion Week di New York dengan Tema ‘Sang Dewi’,” kata Dendi bangga, di depan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 di Kantor PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dendi terpilih menerima anugerah tersebut.

“Sang Dewi adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin Sulam Jelujur Pesawaran di Desa Sungai Langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan yang tangguh menghadapi kondisi dan keadaan yang mereka alami. Para wanita itu menjadi simbol Sang Dewi,” jelas Bupati.

Saat tampil di Pekan Mode New York itu desainer Ariesmansyah membawa 12 desain sulam jelujur dengan Tema “Sang Dewi”. Saat tampil di depan Tim Juri, Dendi mengajak serta Ariesmansyah bersama stafnya. Dendi juga memamerkan sejumlah produk sulam jelujur di depan juri.

Sulam jelujur terus terbang tinggi. Usai New York Fashion Week, sulam jelujur dipamerkan di Ocean City Gift Expo di Washington DC, lalu ikut tampil di panggung Dubai Fashion Week.

“Sulam jelujur mulai tampil di panggung internasional sejak 2018. Saat itu ada kerja sama dengan Negara Belanda berkaitan dengan sulam jelujur. Motif sulam jelujur dipajang di Bandara Internasional Netherlands, Museum Tektile Netherlands, dan Stasiun Metrohal Netherlands,” ujar Dendi.

Lalu pada 2019 sulam jelujur ditampilkan di Kedutaan Besar RI di Afrika Selatan untuk pameran dan fashion show. Selanjutnya pada 2021 ikut serta dalam beberapa pameran yakni Lampung Craft, Innacraft, dan Bali TTI Expo.

Sulam jelujur sebetulnya bukan kain khas Pesawaran dan Lampung pada umumnya. Kain khas Lampung adalah Tapis Lampung. Dendi mengungkapkan penemuan sulam jelujur terjadi secara kebetulan pada 2017.

“Saat bertamu di rumah warga, ada telapak meja dan hiasan dinding yang menarik. Ternyata itu sulam jelujur,” ungkapnya.

Sulam jelujur dibawa transmigran dari Pulau Jawa ke Pesawaran pada Tahun 1905. Keterampilan membuat sulam jelujur terus dipertahankan oleh keturunan transmigran dari Pulau Jawa itu hingga saat ini, terutama di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan. Kerajinan itu hanya digunakan sebagai pajangan atau hiasan rumah.

Setelah digali, ternyata ada narasi besar di balik sulam jelujur itu. Motifnya mengandung pesan filosofi atau kearifan yang luar biasa. Juga ada motif yang mengisahkan perjalanan transmigran dari Jawa ke Pesawaran, yaitu motif kapal dan jung, yaitu alat transportasi laut yang diperkirakan membawa transmigran dari Jawa ke Lampung, khususnya Pesawaran pada masa lalu.

Tiap motif memiliki makna atau filosofi. Misalnya motif Bintang Pak mempunyai makna kita harus menjadi terang bagi orang yang ada di sekeliling kita. Bila ingin dihormati dan dimuliakan orang maka hormatilah dan muliakan orang lain lebih dahulu.

Dengan visi jauh ke depan, Bupati Dendi memutuskan mengembangkan sulam jelujur menjadi salah satu kekhasan Kabupaten Pesawaran. Dia melakukan pembinaan dan pengembangan hingga diversifikasi produk dari kerajinan sulam jelujur itu melalui Dekranasda Kabupaten Pesawaran.

Upaya mengembangkan sulam jelujur mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Yayasan Cinta Tenun Indonesia (CTI) dengan memberikan pembinaan secara intensif.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyediakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang bisa digunakan para pengrajin di Rumah Galeri Sulam Jelujur di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan yang menjadi sentra sulam jelujur.

Tidak hanya memproduksi sulam jelujur, Pemerintah Kabupaten juga berupaya membuka pasarnya, salah satunya dengan mengikuti pameran di tingkat nasional dan internasional.

Lalu bagaimana sulam jelujur di Pesawaran sendiri? “Saat ini saya mewajibkan hotel-hotel di Pesawaran untuk menggunakan sulam jelujur untuk home decoration, table runner, bed runner, true sofa, pouch bag, kotak tisu, dll,” kata Bupati.

Puncaknya wastra sulam jelujur hadir di pekan mode bergengsi dunia, yakni New York Fashion Week, pekan mode pertama yang diselenggarakan di dunia dan menjadi salah satu pekan mode dunia yang jadi acuan mode di samping Paris, London, dan Milan. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2023
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  
LAINNYA