x

Winarni Nanang Ermanto Kembali Sosialisasi 1.000 HPK Pada Masyarakat

waktu baca 2 minutes
Kamis, 14 Okt 2021 14:35 0 142 Admin

LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Dalam rangka pencegahan stunting, Duta Swasembda Gizi Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto kembali melakukan sosialisasi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) kepada masyarakat.

Kali ini sosialisasi menyasar warga Desa Rawa Selapan dan Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro. Kegiatan sosialisasi digelar di Balai Desa Rawa Selapan, Rabu (13/10/201).

Sosialisasi 1.000 HPK di Kecamatan Candipuro dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Camat Candipuro Wasidi, Kepala Desa Rawa Selapan dan Kepala Desa Sidoasri.

Adapun kegiatan sosialiasi 1.000 HPK tersebut merupakan bagian dari program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan yang melibatkan Tim Swasembada Gizi, dinas instansi terkait, TNI-POLRI, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat.

“Tujuan dari sosialisasi 1.000 HPK ini adalah untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar kasus stunting bisa dituntaskan,” ujar Ahmadin kepala bidang PAUD Dinas Pendidikan Lampung Selatan

Sementara itu, Winarni menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan stunting, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan telah melaksanakan program lima layanan swasembada gizi bagi masyarakat.

Program tersebut yakni, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Layanan Gizi, Layanan Air Minum, Sanitasi, Layanan PAUD, dan Layanan Sosial.

Dalam kesempatan itu, Winarni mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya masa 1.000 HPK yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

Dimana, kekurangan gizi dan stimulasi pada 1.000 HPK dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan anak atau stunting biasa.

“Masa 1.000 HPK ini harus benar-benar diperhatikan. Karena pada fase ini stunting masih bisa ditangani. Jika sudah lebih dari 2 tahun, stunting akan sulit ditangani,” katanya.

Bunda Winarni menambahkan, untuk menekan angka stunting, masyarakat wajib mencukupi asupan makanan sehat bergizi serta seimbang.

“Dan itu tidak harus mahal. Mengkonsumsi daun kelor, tempe, ikan dan buah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang,” pungkas Winarni. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA