x

Bantah Lalai, Panitia Sebut Boom Smoke yang Lukai Penonton Turnamen Piala Bupati Dibawa Korban Sendiri

waktu baca 2 minutes
Selasa, 1 Sep 2026 17:30 0 35 admin

Lampung Utara (LB): Pihak Panitia Pelaksana Turnamen Futsal Piala Bupati Lampung Utara 2026 secara tegas membantah tudingan tidak bertanggung jawab atas insiden percikan api Boom Smoke yang melukai salah seorang penonton berinisial BLQ.

Dihubungi melalui telepon, panitia turnamen, Riski Sangun, menegaskan peristiwa itu terjadi di luar kendali, upaya pencegahan sudah dilakukan, dan pihak panitia juga telah berupaya maksimal memberikan pertolongan.

Menurut Riski Sangun, yang juga Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Lampung Utara, alat piroteknik yang memicu kecelakaan itu sama sekali bukan disediakan panitia, melainkan dibawa sendiri oleh korban bersama rombongannya ke area pertandingan di GOR Sukung Kotabumi.

“Boom smoke itu sama sekali bukan perlengkapan yang disediakan oleh panitia, Pak. Tapi dibawa sendiri oleh korban bersama rekan-rekannya,” ungkap Riski, Selasa (1/9/2026).

Bahkan sebelum pertandingan berlangsung, panitia telah memberikan peringatan tegas dan melarang keras penyalakan alat serupa di area tribun penonton maupun seputar lokasi pertandingan. Namun larangan tersebut tidak dipatuhi.

“Kami sudah memperingatkan dan melarang korban bersama rekan-rekannya agar tidak menyalakan Boom Smoke itu di area pertandingan. Tetapi tetap saja dinyalakan,” tegasnya.

Ketika kecelakaan itu terjadi, panitia langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama. Namun saat panitia bermaksud membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih intensif, korban justru sempat menolak.

“Saat kami akan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih intensif, korban justru menolak, Pak,” ujarnya.

Panitia tetap berupaya memberikan pertolongan yang dibutuhkan, termasuk Riski, ikut mengantar korban ke klinik terdekat guna mendapatkan penanganan medis segera.

“Saat kejadian, kami sudah berusaha sebaik mungkin memberikan pertolongan dan perawatan medis. Saya sendiri yang turut mengantarkan langsung korban ke klinik, Pak,” ujar Riski.

Atas dasar itu, pihaknya menolak tudingan bahwa panitia tidak bertindak profesional dalam pelaksanaan kegiatan. Meskipun demikian, panitia menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya insiden tersebut dan berharap keluarga korban memahami kronologi peristiwa secara utuh tanpa menyudutkan pihak lain. (Ardi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA