x

Pemprov Lampung Sukses Kawal Inflasi Lebih Rendah dari Nasional ‎

waktu baca 3 minutes
Rabu, 3 Sep 2025 08:53 0 356 admin

‎Bandar Lampung (LB): Provinsi Lampung berhasil mencatat deflasi sebesar -1,47 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan deflasi terendah kedua nasional.

‎Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menyampaikan perkembangan inflasi daerah bulan Agustus 2025, Selasa (2/9/2025) dalam Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Situasi Terkini Nasional dan Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

‎Dalam rapat ini, Sekdaprov didampingi Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi Bani Ispriyanto dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung Rinvayanti.

‎Menteri Dalam Negeri menyampaikan upaya pengendalian inflasi nasional terus menunjukkan hasil positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus berada di angka 2,31 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 2,37 persen.

‎“Ini angka yang baik, bahkan terjadi deflasi 0,08%, terutama karena sektor pangan, makanan, dan minuman terkendali berkat operasi pasar murah dan langkah-langkah strategis lainnya,” kata Mendagri.

‎Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada 1 September 2025, inflasi Lampung secara tahunan (year on year/yoy) tercatat hanya 1,05 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,31 persen.

‎Sementara secara komulatif (year to date/ytd), Lampung juga membukukan deflasi -0,08 persen, berbanding terbalik dengan tren nasional yang masih mencatat inflasi 1,60 persen.

‎Sekdaprov menambahkan angka inflasi Year to Date (YtD) ini memberikan gambaran mengenai inflasi akumulasi sejak 1 Januari 2025 hingga akhir Agustus 2025 sehingga dapat menjadi indikator penting dalam memantau tren pergerakan harga sepanjang tahun berjalan.

‎”Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Pemprov Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Upaya menjaga kestabilan harga pangan, menjamin ketersediaan pasokan, serta memperlancar distribusi barang dinilai mampu menekan laju inflasi di daerah,” ucap Marindo.

‎Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sepanjang Agustus 2025 meliputi biaya pendidikan tingkat SMA dan SMP, tomat, cabai rawit, serta bawang putih.

‎Sementara itu, komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi antara lain bawang merah, beras, parfum, susu cair kemasan, dan produk perawatan seperti shampo.

‎Marindo menambahkan, meskipun terdapat tekanan inflasi dari beberapa komoditas, seperti bawang merah, emas perhiasan, biaya pendidikan perguruan tinggi, beras, dan tomat, secara umum kondisi inflasi Lampung tetap terkendali.

‎Bahkan, kontribusi empat daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Bandar Lampung, Metro, Mesuji, dan Lampung Timur, menunjukkan pergerakan inflasi tahunan yang relatif rendah.

‎Marindo juga menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Pemprov Lampung akan terus memperkuat program-program strategis, seperti operasi pasar murah, gerakan tanam pangan cepat panen, serta memperluas distribusi pangan lintas wilayah.

‎”Kami optimistis dengan kerja sama yang solid, tren positif ini dapat terus dipertahankan demi menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (kmf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
LAINNYA