Lampung Utara (LB): Lebih dari dua pekan terhenti, layanan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorowati, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, masih gelap gulita.
Penelusuran wartawan di lokasi yang beralamatbdi Dusun Dorowati, Desa Penagan Ratu, tampak kondisi dapur yang makin memprihatinkan. Operasional kantor hanya berjalan berkat kegigihan staf pelaksana, sementara pejabat yang memegang kendali mutlak tak tampak menjalankan tugasnya. Tugas administrasi saat ini sepenuhnya dipikul asisten lapangan, tenaga ahli gizi, dan staf akuntan.
Sementara itu, Kepala SPPG/SPPI Tria Nur Fajriyanti hingga kini tak terlihat memimpin jalannya kegiatan, padahal segala laporan telah rampung disusun. Namun, akses terhadap sistem keuangan Pusat terkunci rapat dan hanya bisa dibuka melalui koordinasi langsung yang menjadi wewenang mutlak kepala SPPG.
“Meskipun seluruh pelaporan administrasi telah kami selesaikan, tetap harus koordinasi yang dilakukan Kepala SPPG Dorowati kepada Korcam dan Korwil untuk membuka sistem keuangan Pusat yang masih tertunda,” ungkap Asisten Lapangan, Suyudi, di lokasi, Sabtu (1/8/2026).
Suyudi berharap Korcam, Korwil SPPI, maupun Satgas MBG segera turun tangan menindaklanjuti sikap enggan bertugas Kepala SPPG Dorowati.
“Jika tidak ada tindakan yang nyata, tentu aktifitas dapur MBG Dorowati tetap lumpuh dan ribuan penerima manfaat serta seluruh mitra dapur terbengkalai,” ujarnya cemas.
Kondisi ini bukan sekadar masalah administrasi yang tertunda, melainkan menyangkut kebutuhan warga di empat dusun jangkauan layanan, yakni Dusun Dorowati, Penagan Jaya, Gedung Nyapah, hingga Papan Rejo. Sebelumnya, dapur ini setiap hari menyalurkan asupan bergizi bagi 800 warga rentan kategori B3 dan 1.800 siswa tingkat SD hingga SMP.
“Kami selama ini melayani penerima manfaat kelompok sasaran B3 800 jiwa serta penerima pelajar SD-SMP sebanyak 1800 jiwa. Hingga saat ini, Kepala SPPG Dorowati terkesan tidak mau tahu dengan keadaan tersebut,” tandas Suyudi.
Protes juga disampaikan Ketua TP PKK Desa Penagan Ratu, Yusniati. Menurutnya, sikap membiarkan keadaan berlarut-larut adalah bentuk pengingkaran tanggung jawab terhadap amanah negara dan kebutuhan warga yang sangat mengharapkan program tersebut. Ia pun meminta lembaga induk program, Badan Gizi Nasional (BGN), segera mengambil keputusan tegas.
“Jika Kepala SPPG Dorowati tidak mau bertanggung jawab, kami minta pihak BGN agar mengganti posisi Kepala SPPG Dorowati yang saat ini diemban Tria Nur Fajriyanti,” tegas Yusniati.
Yusniati berharap pergantian pimpinan akan menjadi pintu pembuka agar dapur yang telah mati suri ini kembali berasap, ribuan anak tetap bisa belajar dengan perut kenyang, dan warga rentan tak dibiarkan terlantar begitu saja akibat kelalaian satu pihak yang seharusnya melayani.
Hingga berita ini naik tayang belum ada pernyataan maupun kehadiran dari Tria Nur Fajriyanti maupun langkah konkret dari pihak berwenang terkait kasus ini. (Ardi)
Tidak ada komentar