Foto: ilustrasi
Pesawaran (LB): Seorang wisatawan lansia asal Tangerang, Banten bernama Indriyanti (60) dilaporkan meninggal dunia saat berwisata di Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (25/3/2026).
Peristiwa bermula saat sekitar pukul 13.30 WIB korban melakukan aktivitas snorkeling di spot snorkeling Sarimin, yang merupakan titik favorit wisata bawah laut di Pulau Pahawang.
Menurut adik korban, Syamsul Rizal, pihak keluarga sudah mengingatkan korban untuk tidak berenang. Namun korban tetap turun ke laut dengan mengenakan life jacket.
“Kakak saya sempat melompat ke air, diduga alat snorkling yang digunakan terlepas. Tak lama kemudian dia terlihat mengapung dan tidak sadarkan diri,” ujar saksi.
Mengetahui korban mengapung, keluarga dan warga sekitar langsung melakukan evakuasi dan membawa korban menggunakan speed boat menuju Dermaga Ketapang, lalu dipindahkan ke ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Di dalam ambulans, petugas medis sempat memberikan pertolongan dengan memasang oksigen dan resusitasi jantung paru (RJP). Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Restu Bunda sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka. Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah diberangkatkan oleh pihak keluarga menuju Kota Tangerang untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan wisatawan berjumlah 43 orang diangkut menggunakan perahu milik Sarif dalam satu perjalanan, dengan jumlah tour leader (TL) tiga orang.
Pihak Polairud bersama Syahbandar Ketapang menyatakan akan segera memanggil agen perjalanan yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, termasuk terkait rasio pendamping dan prosedur pengawasan wisatawan.
Selain itu, aparat juga akan mendalami apakah pihak agen telah memberikan briefing keselamatan yang memadai kepada peserta sebelum kegiatan dimulai, serta memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan kronologi kejadian secara utuh dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para pelaku wisata dan agen perjalanan untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan memastikan perlengkapan yang dipakai saat beraktivitas di laut sudah terpasang dengan benar, serta mematuhi arahan pemandu wisata maupun keluarga demi menghindari kejadian serupa. (*/red)
Tidak ada komentar