Metro (LB): Mahasiswa KKN-PLP Metro Pusat 2, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menggelar Sosialisasi Anti Bullying di SD Negeri 1 Metro Pusat, Rabu (28/1/2026) lalu.
Kegiatan Sosialisasi Anti Bullying “Speak Kind, Act Kind: Sekolah Happy tanpa Bully” ini merupakan salah satu Program kerja mahasiswa KKN-PLP Metro Pusat 2, FKIP Berdampak. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen dalam menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap dampak Bullying serta membangun sikap saling menghargai, empati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi semua peserta didik.
Dosen Pembimbing Lapangan, Siska Mega Diana berharap program kerja tersebut dapat mendukung pencapaian pendidikan berkualitas dengan memastikan lingkungan belajar aman serta mendukung tujuan SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

FOTO BERSAMA. Mahasiswa KKN-PLP FKIP Universitas Lampung foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SDN 1 Metro Pusat, Rabu (28/1/2026).
Siska menjelaskan sasaran utama sosialisasi ini adalah peserta didik yang direkomendasikan oleh kepala sekolah, tentunya dengan berbagai pertimbangan penilaian. Harapannya, para perwakilan peserta didik ini dapat menjadi pemutus apabila di antara mereka melihat tindakan bullying yang mungkin terjadi di SD Negeri 1 Metro Pusat.
”Program ini dirancang sebagai langkah nyata bentuk kepedulian mahasiswa KKN-PLP Periode I di SD Negeri 1 Metro Pusat,” ucap Siska, Minggu (1/2/2026).
Koordinator Sekolah KKN-PLP SD Negeri 1 Metro Pusat, Perkasa Dinanti Akbar, mengatakan acara ini dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa FKIP Universitas Lampung sebagai agen perubahan di satuan pendidikan dan memberi dampak nyata bagi sekolah.
Menurut Perkasa, banyak peserta didik dalam berinteraksi di sekolah belum memahami apakah tindakan bercandanya melukai teman sepermainannya. Oleh karena itu, mereka menggagas perlu adanya sosialisasi antibullying di sekolah.
”Kami konsultasi ke DPL tentang perlunya sosialisasi antibullying, lalu kami dibimbing untuk membuat film anti bullying yang berjudul ‘Kita Semua Sama’ yang diputar saat sosialisasi berlangsung. DPL kami juga menyarankan untuk berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI),” ucapnya.
Santi, pekerja sosial ahli muda dari Dinas P3AP2KB dan Gatot dari LPAI yang merupakan pemateri, menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-PLP karena telah berhasil menginisiasi acara ini.
Sambutan positif juga disampaikan Kepala SDN 1 Metro Pusat, Sumarni. Dia menilai program kerja mahasiswa KKN-PLP FKIP Berdampak ini sangat positif bagi lingkungan pendidikan. Dia juga berterima kasih kepada FKIP Universitas Lampung karena SD yang ia pimpin terpilih dan dipercaya untuk menjadi mitra dalam program KKN-PLP Periode 1 ini.
”Terima kaaih kepada FKIP Unila yang telah memilih SDN 1 Metro Pusat dalam program ini. Sebanyak 11 mahasiswa KKN-PLP yang ditempatkan di SD kami sangat membantu kegiatan-kegiatan sekolah serta memberi dampak nyata,” ujarnya. (Rian)
Tidak ada komentar