x

‎Hadapi Musim Hujan, Pemkab Pesawaran Siaga Bencana dan Pengendalian Malaria

waktu baca 2 minutes
Rabu, 19 Nov 2025 10:48 0 187 admin

‎Pesawaran (LB): Pemkab Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana sekaligus Sosialisasi Percepatan Pengendalian Malaria 2025 di Aula Pemerintah Daerah Pesawaran pada Selasa (18/11), sebagai respons terhadap tingginya potensi bencana hidrometeorologi serta ancaman Megathrust dan risiko penyebaran malaria yang meningkat memasuki musim hujan.

‎Kegiatan ini dihadiri Bupati Nanda Indira B., Danbrigif 4 Marinir/BS, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421/LS, Anggota Komisi IV DPRD Pesawaran, BPBD Provinsi Lampung, Basarnas Lampung, BMKG, Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Forkopimda, Kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Pesawaran.

‎Dalam rakor tersebut, Pemerintah Daerah menyoroti dua isu utama yang memerlukan penanganan terpadu, yakni tingginya frekuensi bencana berbasis cuaca ekstrem dan masih adanya empat kecamatan yang berstatus endemis malaria.

‎Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira menyampaikan letak geografis Pesawaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana.

‎“Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan kondisi geografis dan geologi yang rawan bencana. Sepanjang 2025 hingga awal November, tercatat 29 kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” ujar Bupati.

‎Bupati Nanda juga menekankan perlunya kesiapsiagaan lintas sektor melalui langkah terukur, kolaboratif, serta berbasis masyarakat. Seluruh rencana tanggap darurat harus diarahkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

‎”Kegiatan rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi menghadapi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Salah satu wujud sinergi dapat dituangkan melalui konsep pentahelix sebagai dasar kerja sama dalam penanggulangan bencana melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” ucapnya.

‎Selain bencana hidrometeorologi, Pesawaran juga masih berada dalam kategori endemis sedang malaria dengan total kasus 1.286. Empat kecamatan yang masih masuk kategori endemis adalah Teluk Pandan, Padang Cermin, Marga Punduh dan Punduh Pedada.

‎Bupati berharap dalam beberapa tahun ke depan, Pesawaran mampu menurunkan kasus secara signifikan hingga mencapai target eliminasi pada 2029.

‎Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Media Apriliana menyampaikan edukasi pencegahan malaria melalui langkah-langkah antara lain, pemakaian kelambu berinsektisida, menjaga kebersihan lingkungan, pencegahan gigitan nyamuk, deteksi dini melalui surveilans, serta pengobatan cepat dan tepat.

‎Data menunjukkan kasus malaria sempat meningkat pada 2022–2024, namun mengalami penurunan hingga Oktober 2025.

‎Kepala BPBD Pesawaran Sofyan Agani melaporkan sebagai bagian dari strategi mitigasi, telah dibentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 11 desa pada 11 kecamatan, yang didukung berbagai elemen termasuk BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, PMI, camat, kepala desa, serta forum relawan.

‎Dalam rakor ini dilakukan penandatanganan komitmen kerja sama lintas sektor, sekaligus bentuk komitmen Pemkab Pesawaran terus memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan mempercepat pengendalian malaria sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
LAINNYA