Info UnilaPendidikan

Unila Gelar IHT On Integrated Research Center

18
×

Unila Gelar IHT On Integrated Research Center

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Universitas Lampung (Unila) melalui Higher Education for Technology Innovation (HETI) Project, menggelar Inhouse Training On Integrated Research Center: Drafting Patent, di Hotel Horison Bandar Lampung, Selasa hingga Rabu, 10-11 Oktober 2023.

Kegiatan yang diadakan secara hybrid ini dihadiri Rektor Prof. Lusmeilia Afriani, Wakil Rektor Bidang PKTIK Dr. Ayi Ahadiat, Ketua LPPM Dr. Habibullah Jimad, Ketua LP3M Prof. Abdurrahman, perwakilan ADB, PMU, Bapenas, perwakilan ITS, Itera, Poltekkes Tanjung Karang, Universitas Malahayati, dan Stikes Panca Bakti

Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus PIU HETI Project Prof. Satria Bangsawan menyampaikan acara ini diikuti 100-an peserta terdiri dari peneliti yang menerima hibah penelitian HETI Unila dan mewakili delapan fakultas yang ada di Universitas Lampung.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual; Dra. Ita Yukimartati, M.Si., Dra. Johani Siregar, Apt., Drs. Abdi Saputra Sembiring, M.Si., dan Raden Muhammad Agung Triadi, S.T.

Dalam sambutannya, Rektor Unila Lusmeilia mengatakan dalam bidang kedokteran dan kesehatan peneliti dituntut mampu menganalisis dan menerapkan berbagai macam ilmu secara bersamaan guna memecahkan permasalahan klinis yang kompleks.

“Oleh sebab itu, kegiatan penelitian hendaknya berorientasi menghasilkan suatu inovasi dengan langkah-langkah kebaruan dan inventif yang berbeda dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya, serta aman untuk perlindungan hukum sehingga hasil akhir dapat dihasilkan sebagai hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil penelitian,” ujar Rektor.

Khusus untuk penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kedokteran dan kesehatan, dia menjelaskan, salah satu hal mendasar yang harus dipahami adalah pemanfaatkan sistem paten.

“Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat mendukung para peneliti dalam mendapatkan paten sehingga mendapatkan perlindungan atas hasil penelitian dan inovasi mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan sebagai dasar referensi untuk kemajuan dalam langkah inventif dan inovatif yang berbentuk paten dan hak kekayaan intelektual di bidang penelitan. (unl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *