x

Karya ‘Drawing’ Perupa Lampung Terjual di Pameran “Ruang dalam Garis”

waktu baca 2 minutes
Sabtu, 23 Mei 2026 17:46 0 101 admin

Bandar Lampung (LB): Pameran drawing bertajuk “Ruang dalam Garis” yang digelar di Dewan Kesenian Lampung, Kompleks PKOR Way Halim, Jumat (23/5/2026), mendapat apresiasi positif dari publik seni rupa. Sejumlah karya drawing para perupa Lampung bahkan berhasil terjual dan dikoleksi para pecinta seni.

Pameran yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Menggambar Nasional tersebut menghadirkan berbagai eksplorasi visual berbasis garis sebagai elemen utama pembentuk ruang artistik. Melalui tema “Ruang dalam Garis”, para peserta diajak menerjemahkan sumber visual ke dalam struktur garis, bukan sekadar mereproduksi bentuk secara utuh.

Kurator pameran, David, menjelaskan pendekatan drawing dalam pameran ini menitikberatkan pada proses eksplorasi garis sebagai medium utama membangun ruang visual.

“Sebagian karya menunjukkan penggunaan garis secara sistematis melalui pengulangan yang terukur sehingga menghasilkan ruang yang padat dan teratur. Di sisi lain, ada karya yang mengolah garis secara lebih bebas sehingga menghadirkan ruang yang lebih terbuka dan dinamis. Ini menunjukkan fleksibilitas garis dalam membangun ruang,” ujarnya.

Menurut David, interaksi antara garis dan bidang kosong juga menjadi perhatian penting dalam proses kreatif para peserta. Bidang kosong diposisikan sebagai bagian komposisi yang turut membentuk keseimbangan visual dalam karya drawing.

Salah satu karya yang mendapat perhatian besar adalah drawing berjudul “Tumpukan Kura-Kura” karya Edang Subandy. Karya tersebut mengangkat filosofi kura-kura sebagai simbol ketekunan, kemandirian, umur panjang, dan semangat pantang menyerah. Drawing itu kemudian dikoleksi Anshori Djausal.

Selain itu, karya “Gadis Lampung” milik Ari Susiwa Manangisi juga turut terjual. Karya tersebut dinilai memiliki kekuatan pada olahan garis yang sarat makna, sekaligus menjadi ruang pertemuan antara gagasan, bentuk, dan keberanian artistik dalam merawat budaya lokal melalui medium drawing.

Pameran ini juga menghadirkan peserta undangan dari luar daerah. Pelukis asal Kalimantan Timur, Surya Dharma, ikut berpartisipasi melalui karya drawing berjudul “Tarian Alam” ukuran A3 tahun 2026. Surya dikenal aktif mengikuti berbagai pameran kolektif di sejumlah provinsi di Indonesia.

Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Lampung, Sapto Wibowo, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang penting untuk membaca perkembangan proses kreatif para perupa Lampung.

“Setiap karya merupakan representasi dari proses pengamatan, eksperimen, dan refleksi. Karena itu, pameran ini bukan hanya ruang display karya, tetapi juga ruang pembacaan terhadap proses artistik yang melatarbelakangi setiap karya,” katanya.

Melalui pameran ini, Dewan Kesenian Lampung berharap praktik drawing tidak hanya dipahami sebagai teknik menggambar, tetapi sebagai medium eksplorasi artistik yang mampu membangun struktur visual, gagasan, serta identitas budaya secara lebih mendalam. (Christian Saputro)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
LAINNYA