BANDAR LAMPUNG (LB): Boy (nama sengaja disamarkan, red) warga Kelurahan Gedong Pakuon, Kecamatan Teluk Betung Selatan, salah satu anggota keluarga warga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mengeluhkan adanya dugaan pemotongan dana PKH yang dilakukan oleh oknum Ketua RT 14 bernama Asep.
Hal tersebut dibenarkan Ketua Kelompok PKH Kelurahan, Juhai saat ditemui lampungbarometer.id, Jumat (28/10/2022). Juhai menjelaskan bahwa pada Agustus sempat ada pencairan dana PKH kepada warga penerima manfaat, tapi kartu warga sempat berada di tangan oknum Ketua RT, Jumat (28/10/2022).
Juhai menerangkan pada Agustus 2022, dia mendapat informasi dari pendamping PKH bahwa sudah ada pencairan di bulan tersebut dan diminta segera menginformasikan kepada warga penerima PKH, bahwa sudah ada pencairan di rekening warga penerima.
Namun warga penerima mengatakan kartu ATM yang harusnya disimpan masing-masing warga penerima untuk menarik dana PKH ternyata berada di tangan oknum RT.
“Saya juga kurang paham, kenapa Kartu ATM warga penerima manfaat kok bisa sama RT, pas saya laporan ke pendamping PKH, katanya kartu seharusnya di simpan warga penerima,” ujarnya.
Dia menambahkan biasanya PKH keluar itu sekaligus tiga bulan tapi setelah menurun dikeluarkan tiap bulan. Untuk nilai berbeda tergantung jenis penerima, misalnya bagi penerima lansia terima Rp. 600.000/ bulan itu diluar sembako,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Gedong Pakuon
Supian, S.Sos. mengaku belum mendengar informasi tersebut. Untuk memastikan perihal informasi tersebut, dia segera memanggil RT dimaksud. Sayangnya, oknum Ketua RT dimaksud sedang tidak berada di tempat.
“Saya belum dengar Mas keluhan itu, belum begitu paham karena baru 4 bulan dilantik di sini masih proses pengenalan dengan warga,” imbuhnya.
Supian menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak pendamping dan RT bersangkutan agar bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait desas-desus pemotongan tersebut. (Uud/Herdi)
Tidak ada komentar