BANDAR LAMPUNG, (Lampung barometer.id): Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Dr Reihana menjelaskan, sebanyak 40.520 dosis vaksin Sinovac dari PT Biofarma, Bandung telah tiba di provinsi Lampung pada Senin lalu, yang merupakan program vaksinasi tahap pertama, rencananya vaksinasi pertama akan dilaksanakan pada 39.707 orang tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya telah mendaftarkan diri melalui sistem daring. Rabu (6/1/2021).
Para nakes tersebut akan mendapatkan vaksinasi tahap pertama, setelah vaksin tiba di Lampung sebanyak 40.520 dosis vaksin dari PT Biofarma, Bandung. Dari jumlah nakes yang terdaftar, petugas masih akan melakukan verifikasi kembali nakes yang prioritas mendapatkan jatah vaksin tersebut, agar penggunaan vaksin tahap pertama ini dapat efektif dan efisien. Proses verifikasi kepada nakes tersebut dapat dilihat dari usia, kondisi kesehatan, dan lainnya.

Vaksin Sinovac tiba di provinsi Lampung, Sumber Foto Internet.
Untuk pelaksanannya, dia mengatakan masih menunggu pencanangan secara nasional dari Presiden Jokowi pada pertengahan Januari 2020. Selain itu, Dinkes Lampung juga masih menunggu izin darurat dari Emergency Use Authorization (EUA) dari Balai POM.
Menurut dia, sebelum ada EUA tersebut, vaksin tersebut belum bisa digunakan kepada siapa pun. EUA ini, kata dia, penting dalam proses pelaksanaan vaksin bagi petugas di lapangan.
Saat ini, sudah ada 20 tenaga vaksinator yang mengikuti pelatihan di Kementrian Kesehatan. Tenaga tersebut akan ditugaskan untuk melakukan vaksinasi pada tahap pertama setelah pencanangan secara nasional.
Untuk diketahui, sebanyak 40.520 dosis vaksin Sinovac sudah tiba di Bandar Lampung, Senin (4/1) dini hari. Vaksin dalam kemasan tersebut disimpan di UPTD Instalasi Farmasi dan Alat Kesehatan Kalibrasi Dinkes Lampung. “(Vaksin di Lampung) Yang datang untuk semua nakes (tenaga kesehatan) dulu,” kata Reihana.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. Reihana Sumber Foto Dokumen lampungbarometer.id.
Sasaran vaksinasi Covid-19 di Provinsi Lampung sebanyak 5.709.734 orang. Vaksin tersebut akan diberikan pemerintah pusat kepada lima kelompok profesi dengan usia minimal 18 tahun. Kelompok tenaga kesehatan (nakes) dan penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan termasuk tenaga tracing sebanyak 35.829 orang. Selanjutnya, kelompok tenaga pelayanan public sebanyak 573.648 orang, orang tua lanjut usia 60 tahun ke atas 718.011 orang, masyarakat rentan (geopasial, sosial, ekonomi) sebanyak 2.100.108 orang, dan masyarakat serta pelaku ekonomi 2.282.138 orang.
Kebutuhan vaksin tahap pertama tenaga kesehatan single dose 71.658. Kebutuhan vaksin tahap kedua sampai keempat multi dose 13.350.000. Kebutuhan vaksin untuk AD Syringe 0,5 ml (buffer 5 persen) sebanyak 11.990.440. Safety Bos 5 liter 114.195. Dan alkohol swab 22.838.935. Biaya distribusi provinsi ke kabupaten/kota dan puskesmas melalui Dana Alokasi Umum. (Okto/Red)
Tidak ada komentar