x

Nurma Cena, Mahasiswa Asal Thailand Wisuda di UIN Raden Intan

waktu baca 4 minutes
Jumat, 2 Okt 2026 00:03 0 110 admin

Bandar Lampung (LB): Perjalanan Nurma Cena menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) tidak hanya berakhir dengan gelar sarjana. Mahasiswa asal Selatan Thailand itu juga membawa pulang pengalaman mempelajari bahasa, mengenal budaya Lampung, membangun persahabatan, hingga memahami nilai-nilai Islam dalam keberagaman.

Nurma merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN RIL. Ia dipercaya menjadi perwakilan wisudawan internasional untuk menyampaikan sambutan pada Wisuda Periode III Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) KH Ahmad Hanafiah, Rabu (30/9/2026).

Dalam sambutannya, Nurma menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan teman-temannya yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Dukungan dan interaksi dengan lingkungan kampus membantunya beradaptasi, terutama dalam mempelajari bahasa Indonesia dan memahami budaya setempat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan jajaran pimpinan UIN RIL yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya dan mahasiswa internasional lainnya untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Dari saya tidak tahu, tidak mengerti, jadi saya bisa ngomong bahasa Indonesia dengan lancar dan tahu apa budaya Indonesia dan juga budaya Lampung,” kata Nurma.

Ketika pertama kali tiba di Indonesia, Nurma mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi karena belum memahami bahasa Indonesia. Kondisi itu membuat komunikasi sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ia memilih membangun pertemanan dengan mahasiswa Indonesia. Dari interaksi sehari-hari itulah kemampuan bahasa Indonesianya berkembang sekaligus membuka kesempatan bagi Nurma untuk mengenal budaya Lampung lebih dekat.

Pengalaman tersebut membuat kehidupan kampus bagi Nurma terasa seperti rumah kedua.

“Walaupun jauh dari rumah, tapi di sini juga masih ada banyak teman yang membuat saya sangat hangat di hati. Di sini juga bukan sendiri, tapi ada beberapa teman dari Thailand juga. Dan teman Indonesia itu baik banget sama saya,” tuturnya.

Nurma berasal dari wilayah Selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kedekatan budaya dan karakter masyarakat menjadi salah satu alasan ia memilih Indonesia sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Informasi mengenai UIN RIL juga diperolehnya dari kakak tingkat yang sebelumnya berkuliah di kampus tersebut. Ketertarikannya pada bahasa Inggris kemudian mengantarkannya memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Selama menjadi mahasiswa internasional, pengalaman Nurma tidak berhenti pada kegiatan akademik. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk memahami kehidupan sosial dan budaya Indonesia melalui interaksi dengan mahasiswa serta lingkungan kampus.

Menurut Nurma, UIN RIL memberinya pengalaman belajar bahasa Inggris sekaligus memahami nilai-nilai keislaman dalam konteks keberagaman budaya.

“Tempat saya tidak hanya belajar cara mengajar bahasa secara profesional, tetapi juga saya belajar bagaimana nilai-nilai keislaman yang sejuk merangkul perbedaan budaya,” ungkapnya.

Salah satu tempat yang paling berkesan bagi Nurma selama berada di kampus adalah Embung. Suasana yang tenang membuat tempat tersebut menjadi salah satu lokasi yang ia sukai. Di sana pula ia kerap menikmati waktu bersama teman-temannya dan berbagi informasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Nurma berencana membawa ilmu yang diperolehnya kembali ke Thailand. Baginya, gelar sarjana bukan satu-satunya hasil dari perjalanan panjang di Lampung.

Ia juga membawa pengalaman tentang persahabatan, budaya Indonesia, serta pemahaman mengenai Islam yang menurutnya damai dan menghargai keberagaman.

“Hari ini saya tidak hanya membawa pulang gelar sarjana ke Thailand, saya membawa pulang sepotong hati juga selama tinggal di Lampung. Saya membawa pulang pemahaman tentang Islam, rahmatul lil’alamin, yang damai dan moderat dari Indonesia,” tuturnya.

Di tengah kebahagiaan wisuda, Nurma juga mengingat kedua orang tuanya yang memberikan izin dan dukungan untuk menempuh pendidikan jauh dari keluarga.

Meski tidak dapat hadir secara langsung pada prosesi wisuda, Nurma meyakini kedua orang tuanya tetap menyaksikan dan menantikan kepulangannya dengan membawa keberhasilan.

“Walaupun hari ini orang tua saya tidak bisa hadir bersama saya di hari wisuda ini, tetapi saya tahu beliau masih menonton saya dan juga menunggu kepulangan saya dengan kejayaan,” katanya.

Kepada mahasiswa internasional yang masih menempuh pendidikan di UIN RIL, Nurma berpesan agar tetap semangat dan menyelesaikan studi.

“Saya harapkan semua teman-teman luluskan kuliahnya dan juga semangat untuk kuliah,” pesannya.

Ia juga berharap UIN RIL terus berkembang dan meningkatkan prestasinya. Menurut Nurma, kampus tersebut telah memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa internasional dan layak menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan pendidikan.

Kini, Nurma Cena meninggalkan Lampung dengan gelar sarjana. Namun, perjalanan akademiknya di UIN RIL meninggalkan lebih dari sekadar ijazah: kemampuan berbahasa Indonesia, pengetahuan tentang budaya Lampung, persahabatan lintas negara, serta pengalaman memahami Islam dalam suasana keberagaman. (ril)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA