Bandar Lampung (LB): Lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini belum ditemukan. Mereka diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan informasi dari Basarnas Banten, salah satu jurnalis sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung pada pukul 14.42 WIB.
“Tim jurnalis ini berangkat dari Carita, Dermaga Pagedongan pada pukul 14.00 WIB, dan pada pukul 14.42 WIB sempat mereka melaporkan ke rekan jurnalis yang dari Lampung,” ucap Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Selasa (8/9/2026).
“Informasi yang kami dapatkan setelah kami gali dari seorang istri guide yang ikut serta di speedboat tersebut, pada pukul 18.13 WIB kemarin itu mereka sudah di posisi sekitar Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 18.15 WIB tim melakukan pencarian sampai Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tapi belum berhasil menemukan para jurnalis yang hilang.
Siapkan 2 Drone
Untuk pencarian lanjutan hari ini, Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal. Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan.
“Kami siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).
“Pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar,” tambahnya.
“Paling nanti kami di kapal KN SAR Tetuka sudah kami lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau kita akan terbangkan dan kami lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” kata dia.
Pencarian sebelumnya pada Selasa (8/9/2026) dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB karena kondisi laut dan jarak pandang kurang mendukung pencarian pada malam hari.
Rizky mengatakan operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
Informasi mengenai kemungkinan keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan. Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.
Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, kekuatan alat utama (alut) yang dikerahkan melibatkan lima unit sarana utama dari berbagai instansi, yang terdiri atas kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten.
Potensi SAR yang dikerahkan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat dengan total kekuatan personel yang masif, meliputi:
Tidak ada komentar