x

Puisi Menjelma Teater, ‘Poetry in Space and Time’ Hadirkan Panggung Reflektif di Lampung

waktu baca 3 minutes
Rabu, 15 Jul 2026 11:55 0 236 admin

Bandar Lampung (LB): Puisi tak lagi hanya dibaca atau dideklamasikan. Melalui pertunjukan teater Poetry in Space and Time, larik-larik puisi akan dihidupkan menjadi pengalaman panggung yang memadukan sastra, musik, gerak, dan visual dalam satu kesatuan artistik. Pementasan ini akan digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Lampung.

Pertunjukan diprakarsai Rumah Sastra Mata Dunia dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung serta Taman Budaya Lampung. Karya ini diciptakan sekaligus disutradarai Edy Samudra Kertagama, didampingi asisten sutradara Karlina.

Produksi melibatkan para pelajar dari Darma Bangsa School, SMAS Perintis 2, dan SMK Negeri 3 Bandar Lampung. Mereka menjadi bagian dari proses kreatif yang mempertemukan sastra dengan seni pertunjukan sebagai ruang belajar sekaligus ekspresi.

Manajer Produksi Ganes mengatakan, pementasan ini diharapkan menjadi ruang apresiasi yang terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari guru, pegiat sastra, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.

«”Kami ingin menghadirkan pengalaman teater yang membuat puisi tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Penonton diajak memasuki ruang refleksi melalui bahasa, musik, tubuh, dan suasana panggung,” ujarnya.»

Deretan pemain yang terlibat meliputi Tasya Fachni, Safira Jasmine Azzahra, M. Kevin Bayyanaka Althaf, Sultan Razeen Fahri, Kayla Zaida Wijaya, Genoveva Estungkara Linton, Hanna Azzahra, Maiza Adreena, Nana Gregorius, dan Suci.

Sementara tim produksi terdiri atas Shebee (Kreatif), Ganes dan Jojo (Manajer Produksi), Karlina (Asisten Sutradara), Josep Arisandi (Dramaturg), Rico el Maut (Pengamat Proses), J.A. (Penata Cahaya), Jack Mogers dan Iwan (Artistik), Citra (Kostum dan Tata Rias), Nana Gregorius (Musik), Ajie (Koreografi), serta Citra (Ticketing).

Sinopsis pertunjukan menghadirkan narasi puitik tentang kerinduan, kehilangan, dan luka batin. Tokoh “aku” berbicara tentang rumah yang tak pernah benar-benar menjadi tempat pulang, tentang bambu yang ditanam namun berubah menjadi luka, serta tentang kebenaran yang dianggap dusta hingga menghilang tanpa jejak. Imaji-imaji tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa teater yang kaya simbol dan tafsir.

Rumah Sastra Mata Dunia sendiri merupakan komunitas sastra yang berdiri sejak 12 Agustus 1992 di Bandar Lampung. Awalnya dikenal sebagai Bengkel Deklamasi Lampung, komunitas ini menjadi ruang pembelajaran menulis kreatif, pembacaan puisi, dan diskusi sastra. Selama lebih dari tiga dekade, komunitas tersebut telah melahirkan berbagai karya sastra serta membina pembaca puisi yang berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Aktivitas Rumah Sastra Mata Dunia juga mencakup roadshow pembacaan dan penulisan puisi di puluhan SMA dan SMK di Lampung, kompetisi pembacaan puisi, pertunjukan musikalisasi puisi lintas kota, hingga produksi teater berbasis puisi. Kehadiran Poetry in Space and Time menjadi kelanjutan dari ikhtiar mereka menghadirkan sastra sebagai medium dialog yang dekat dengan generasi muda.

Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Informasi pemesanan tiket dapat diperoleh melalui Ganes di 0822-7887-6151 atau Citra di 0895-1569-4333. (Ch. Saputro)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
LAINNYA