x

SPMB Jalur Domisili Akan Dihapus

waktu baca 2 minutes
Jumat, 8 Mei 2026 20:38 0 150 admin

Bandar Lampung (LB): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan akan mengevaluasi penerimaan siswa baru melalui jalur Domisili dan mengutamakan pada kemampuan akademik. Namun, hal itu baru akan dilaksanakan tahun depan.

“Ke depan sistem penerimaan berbasis domisili dapat dievaluasi agar seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sekolah unggulan,” ucap Thomas.

“Kami berharap penentuan penerimaan lebih menitikberatkan pada kemampuan akademik sehingga semua anak memiliki akses yang sama untuk bersekolah,” imbuhnya.

Meskipun demikian, dia menjelaskan untuk tahun ini Pemprov Lampung melaksanakan penerimaan murid baru melalui empat jalur, yakni: jalur Domisili, Prestasi, Afirmasi dan Mutasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas usai kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK/SLB Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Jumat (8/5/2026).

Terkait pelaksanaan SPMB, Thomas menegaskan tahun ini Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen melaksanakan SPMB secara transparan. Oleh sebab itu, dia juga meminta panitia SPMB di sekolah bekerja dengan baik dan melakukan verifikasi secara objektif.

“Kami meminta seluruh panitia SPMB di sekolah melakukan verifikasi secara objektif dan menjalankan tugas dengan baik. Tidak boleh ada kecurangan,” katanya.

“Tahun ini Pemerintah Provinsi Lampung menutup praktik titip-menitip dalam proses penerimaan siswa baru. Target kita tahun ini tidak ada lagi titip-menitip maupun jasa titip, No Titip No Jastip. Anak-anak harus memiliki daya juang sehingga yang diterima benar-benar berdasarkan penilaian objektif dan prestasi akademik,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan lulusan SMP di Lampung setiap tahun mencapai sekitar 120 ribu siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 83 ribu siswa dapat tertampung di sekolah negeri, sementara sisanya melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta, madrasah aliyah negeri (MAN) maupun pondok pesantren.

“Harapannya tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena semua tetap memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan,” tutupnya.

Diinformasikan, kegiatan ini dihadiri Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, DPRD Provinsi Lampung, Kodam XXI/RI, jajaran Forkopimda, Polda Lampung, Kepala SMA/SMK/SLB se-Lampung dan stakeholder terkait. (Herdi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
LAINNYA