Bandar Lampung (LB): SMPN 2 Kota Bandar Lampung yang dianggap sekolah favorit di Kota Bandar Lampung mendapat pandangan miring karena dianggap tidak objektif sehingga muncul dugaan ada permainan dalam penerimaan murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Prestasi Tahun Pelajaran 2025/2026.
Dugaan ini muncul setelah salah satu pendaftar Jalur Prestasi Non-Akademik, yakni Alvisyah Aina Zahira, yang merupakan atlet sepatu roda Provinsi Lampung peraih Juara 2 Babak Kualifikasi PON 2024 di Aceh-Sumut dinyatakan tidak diterima. Sementara itu, pendaftar lain yang hanya bersertifikat Juara 1 open tournament nasional dan Juara 2 kejuaraan tingkat nasional malah dinyatakan diterima.
Kepada lampungbarometer.id, Dimas, ayah calon siswa tersebut, mengatakan keprihatinannya serta merasa aneh atas keputusan panitia SPMB SMPN 2 Bandar Lampung yang memberikan penilaian dan menyatakan pendaftar atas nama Alvisyah Aina Zahira tidak lulus.
Dia juga mengungkapkan alasan panitia mengapa anaknya tidak diterima, di antaranya adalah ketidaktahuan level atau tingkatan sebuah even. Selain itu, dia mengatakan saat tes kemampuan, tim penilai hanya guru dan tidak melibatkan ahli profesional sehingga penilaian yang diberikan hanya bersifat persepsi.
”Saya merasa prihatin atas keputusan panitia dalam memberikan penilaian terhadap sertifikat yang dilampirkan. Anak saya mendaftar melalui Jalur Prestasi Non-Akademik dengan melampirkan sertifikat Juara 2 Sepatu Roda Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) 2024 di Aceh-Sumut. Sertifikat ini hanya mendapat poin 1,75, sedangkan pendaftar lain yang mendaftar dengan melampirkan sertifikat Juara 1 even Open Tournament Sepatu Roda Tingkat Nasional mendapat poin 2,” ungkapnya, Jumat (4/7/2025).
”Level kedua even ini kan berbeda, yang satu even Kualifikasi PON sedangkan yang lain hanya even open turnamen. Lah kok bisa-bisanya, dianggap sama. Anak saya juara di Tingkat Provinsi Lampung di kelasnya makanya mewakili Lampung dalam Babak Kualifikasi PON, tapi karena umurnya masih terlalu muda dia belum bisa dikirim ke PON untuk mewakili Lampung,” imbuhnya.
”Kalau modelnya begini, wajar kalau pendidikan di Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung, susah maju. Kalau misalnya objektivitas SPMB di SMPN 2 saja yang katanya sekolah favorit masih dipertanyakan, bagaimana dengan sekolah-sekolah lain? cetusnya.

TES KEMAMPUAN. Tampak para pendaftar di SMPN 2 Bandar Lampung melalui Jalur Prestasi Non-Akademik Tahun Pelajaran 2025/2026.
Berdasarkan deretan sertifikat yang ditunjukkan kepada media lampungbarometer.id, Alvisyah Aina Zahira yang akrab disapa Aina, ternyata bukan atlet sepatu roda kaleng-kaleng dan merupakan salah satu atlet sepatu roda terbaik yang dimiliki Provinsi Lampung untuk kategori junior (junior woman). Beragam gelar juara dari berbagai even kejuaraan tingkat nasional berhasil dia raih.
Hingga berita ini dirilis, Kepala SMPN 2 Bandar Lampung, Abdul Khanif, M.Pd., yang dihubungi melalui telepon belum merespon, begitu juga pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp belum dibalas meskipun sudah dibaca.
Sementara itu, berdasarkan Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru TK, SD, dan SMP Pemerintah Kota Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2025/2026 penilaian Pendaftaran melalui Jalur Prestasi bidang non-akademik diambil dari nilai sertifikat/piagam prestasi yang dimiliki calon murid. Semua sertifikat prestasi akan dikonversi berdasarkan tingkat kejuaraan sesuai dengan tabel yang ada dalam juknis.
Dijelaskan juga jumlah penerimaan murid baru dari jalur prestasi non-akademik ditentukan sebanyak 15% dari jumlah kuota murid yang akan diterima. Keseluruhan penerimaan murid baru melalui Jalur prestasi memenuhi kuota paling banyak 30% dari daya tampung sekolah. Apabila jalur ini tidak terpenuhi, sisa kuota dapat ditambahkan ke jalur domisili dan jalur
afirmasi/bina lingkungan.
Dari berderet gelar juara yang berhasil diraih Aina, ini beberapa di antaranya:
Tidak ada komentar