Lampung Utara (LB): SMAN 1 Abung Semuli (SMANSA Muli) Lampung Utara, Provinsi Lampung mengadakan Pekan Literasi Budaya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan menggelar tiga tangkai lomba; Lomba Balas Pantun, Lomba Tari Kreasi, Lomba Mendongeng Bahasa Lampung, Senin (17/2/2025).
Kepala SMAN 1 Abung Semuli Iryana Febriza Wardhani, S.Pd., M.Pd. mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah menyikapi rendahnya budaya literasi di kalangan siswa atau pelajar saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan guru untuk menumbuhkan kembali budaya literasi mereka.
Iryana menjelaskan dengan meningkatkan budaya literasi terhadap pelajar maka secara langsung akan membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi di bidangnya dan memiliki keluasan ilmu pengetahuan.
“Dengan meningkatkan budaya literasi pada pelajar maka akan membentuk generasi muda yang kompeten di bidangnya dan punya keluasan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

PEKAN LITERASI BUDAYA. SMAN 1 Abung Semuli (SMANSA Muli) Lampung Utara, Provinsi Lampung menggelar Pekan Literasi Budaya Gerakan Literasi Sekolah.
Selanjutnya Iryana juga mengajak semua siswa, guru, dan staf di sekolahnya untuk menanamkan literasi budaya Lampung.
“Untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa tentu memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, guru, dan orang tua siswa,” ucapnya.
Lebih lanjut Iryana Febriza juga menuturkan Gerakan Literasi Budaya sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa.
“Beberapa manfaat literasi, di antaranya memperkaya pengetahuan kosa kata, meningkatkan pemahaman budaya Lampung, menambah informasi dan wawasan baru, meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menulis dan menyusun kata-kata, Mengasah daya ingat melalui membaca, meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang muncul di media,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Octavian Ari Pambudi, S.Pd. dalam laporannya menyampaikan kegiatan Literasi Budaya Lampung ini melombakan beberapa tangkai; Tari Kreasi Lampung 10 yang diikuti tim, Mendongeng Cerita Rakyat Lampung 28 peserta dan Berbalas Pantun dikutip 22 tim.
Menurutnya, prinsip literasi ini mengacu pada literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya, pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan peserta didik, berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum.
“Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan, harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan, dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman,” jelasnya. (red)
Tidak ada komentar