x

Mirza Dorong Pemuda Jadi Penggerak Ekonomi Desa

waktu baca 3 minutes
Minggu, 1 Nov 2026 11:15 0 52 admin

Jakarta (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan, membuka lapangan kerja, serta memperluas peluang usaha berbasis potensi lokal.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia Ke-III di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Dalam paparannya, Mirza menyoroti persoalan klasik yang dihadapi daerah penghasil sumber daya alam, termasuk Lampung. Selama ini, sebagian besar komoditas pertanian dan perkebunan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Sementara itu, proses pengolahan dan nilai tambah ekonomi justru lebih banyak dinikmati daerah lain.

Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi desa belum berkembang optimal. Terbatasnya aktivitas industri pengolahan juga berdampak pada minimnya lapangan kerja, sehingga banyak generasi muda memilih meninggalkan desa untuk mencari penghidupan di perkotaan.

“Potensi desa harus bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai kita menghasilkan bahan baku, tetapi nilai tambah dan kesempatan kerja justru tercipta di daerah lain,” ujar Mirza.

Menurutnya, arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto perlu didukung pemerataan aktivitas ekonomi hingga ke perdesaan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kesejahteraan petani, penguatan usaha lokal, serta penciptaan ekosistem ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja di daerah.

“Ketika pendapatan masyarakat desa meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, mulai dari petani, pedagang, pelaku usaha kecil, hingga tenaga kerja lokal,” katanya.

Mirza secara khusus menyoroti potensi komoditas unggulan Lampung, seperti kopi, kakao, dan lada. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui industri pengolahan di daerah asal sehingga tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.

Ia menegaskan, hilirisasi tidak harus selalu dimulai dengan pembangunan industri berskala besar. Pengolahan dapat dikembangkan melalui unit-unit usaha di desa dengan menyesuaikan ketersediaan bahan baku, kemampuan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan kebutuhan pasar.

Dengan pola tersebut, nilai ekonomi komoditas tidak hanya dinikmati petani sebagai produsen bahan baku. Peluang usaha juga terbuka di sektor pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran produk.

Dalam rantai ekonomi ini, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis, terutama dalam menghadirkan inovasi, memanfaatkan teknologi, mengembangkan produk turunan, serta memperluas pemasaran melalui platform digital.

“Petani menghasilkan bahan baku, sementara anak-anak muda bisa mengembangkan pengolahan dan pemasarannya. Dari situ akan muncul usaha baru dan lapangan kerja di desa,” jelasnya.

Namun, Mirza mengingatkan, pengembangan hilirisasi membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi. Mulai dari pelatihan keterampilan, akses pembiayaan, penyediaan teknologi pengolahan, hingga kepastian pasar.

Menurutnya, penyediaan peralatan produksi saja tidak cukup jika tidak diikuti kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola usaha dan memasarkan produk secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang mampu memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, penguatan hilirisasi dan pemberdayaan generasi muda menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Mirza berharap anak-anak muda tidak sekadar memandang desa sebagai tempat asal, tetapi juga melihat potensi daerah sebagai peluang membangun usaha dan masa depan.

Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda diharapkan mampu memperkuat ekonomi perdesaan, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Lampung.

Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III menjadi wadah bagi para pengurus pusat dan daerah dari berbagai wilayah untuk bertukar gagasan serta membahas kontribusi generasi muda dalam pembangunan nasional. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. [lpg]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
LAINNYA