Bandar Lampung (LB): Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keamanan serta kerukunan di Provinsi Lampung. Komitmen tersebut mengemuka dalam Apel Kebangsaan Kodam XXI/Radin Inten di Lapangan Saburai, Jalan Sriwijaya, Enggal, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026).
Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam, Kolonel Kav. Roli Dewanto, menghadiri apel yang dipimpin Inspektur Daerah Militer (Irdam) XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Enjang.
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, lembaga peradilan, hingga badan intelijen ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat persatuan, menjaga stabilitas wilayah, dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam keharmonisan masyarakat.
Apel Kebangsaan ini dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Drs. Muhammad Firsada, M.Si. Hadir pula perwakilan Kejaksaan Tinggi Lampung, Pengadilan Tinggi Lampung, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Lampung, serta Dansat Brimob Lampung Kombes Pol. Yustanto Mujiharso, serta jajaran pejabat Kodam XXI/Radin Inten dan Korem 043/Gatam.

APEL KEBANGSAAN. Kodam XXI/Radin Inten menggelar Apel Kebangsaan yang diikuti jajaran TNI dan berbagai elemen masyarakat, Senin (26/10/2026)
Partisipasi masyarakat juga mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya FKPPI, Pemuda Panca Marga, HIPAKAD, Banser, KNPI, Pemuda Pancasila, Komponen Cadangan (Komcad), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), serta komunitas ojek daring, turut hadir menyatakan komitmen menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Enjang menegaskan apel kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, forum tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjunjung tinggi toleransi, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis.
“Pelihara persaudaraan, jaga kerukunan, dan bersama-sama wujudkan Lampung yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera demi tegaknya keutuhan NKRI,” tegas Enjang.
Brigjen Enjang juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran berita bohong (hoaks), provokasi, dan ujaran kebencian di ruang digital. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu konflik dan merusak persatuan jika disebarkan tanpa pertimbangan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya mengedepankan semangat gotong royong, dialog, dan kepentingan bersama dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav. Roli Dewanto mengatakan kehadiran TNI dalam apel kebangsaan merupakan upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengedepankan sikap toleransi, serta bijak dalam menyikapi informasi agar tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat mengganggu stabilitas wilayah,” ujar Roli.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui apel kebangsaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kerukunan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
“Penguatan kolaborasi antara aparat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan warga diharapkan menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas Lampung sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah,” ucapnya. (red)
Tidak ada komentar