x

Gandeng BKKBN, Desa Tapis Senjata Baru Tekan Stunting di Lampung

waktu baca 3 minutes
Minggu, 4 Okt 2026 11:43 0 15 admin

Jakarta (LB): Program Desa Tapis yang digagas TP PKK Provinsi Lampung mulai diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN).

Kolaborasi itu diarahkan tidak sekadar memperluas program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat intervensi terhadap keluarga yang memiliki risiko stunting di 15 kabupaten/kota di Lampung.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza atau Batin Wulan saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Batin Wulan menyampaikan komitmen TP PKK Lampung untuk memperkuat koordinasi dengan Kemendukbangga/BKKBN dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan keluarga.

“TP PKK Provinsi Lampung tentunya akan berkomitmen untuk selalu menjaga kolaborasi, sinergi, dan koordinasi yang masif bersama Kemendukbangga/BKKBN,” kata Batin Wulan. Menurut dia, salah satu ruang kolaborasi yang akan diperkuat adalah Program Desa Tapis yang telah berjalan di desa-desa binaan TP PKK Provinsi Lampung.

Batin Wulan mengatakan Desa Tapis mendapat dukungan melalui pembinaan dan bantuan yang telah dijadwalkan di 15 kabupaten/kota. Program tersebut menyasar Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui sejumlah bentuk intervensi, di antaranya pemberian bantuan nutrisi, rehabilitasi rumah, penyediaan jamban sehat, serta edukasi dan sosialisasi.

Bantuan jamban sehat, misalnya, diarahkan kepada lima KRS di masing-masing kabupaten/kota.
“Bantuan tersebut berupa nutrisi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), bantuan rehabilitasi rumah KRS, bantuan jamban sehat untuk masing-masing lima KRS di 15 kabupaten/kota, serta edukasi dan sosialisasi,” ujarnya.

Pola intervensi tersebut menunjukkan Desa Tapis diarahkan menyentuh persoalan keluarga secara lebih langsung, mulai dari pemenuhan nutrisi hingga kondisi lingkungan tempat tinggal. Batin Wulan juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendukbangga/BKKBN atas dukungan dalam upaya penurunan stunting di berbagai wilayah, termasuk Lampung.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut kemudian disinergikan dengan program TP PKK dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Kolaborasi TP PKK Lampung dengan Kemendukbangga/BKKBN tidak berhenti pada penanganan stunting. Program GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia juga menjadi bagian dari penguatan pembangunan keluarga di Lampung.

Batin Wulan mengatakan sosialisasi GATI dilakukan untuk mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan pendidikan dan perkembangan anak. Ia bersama Gubernur Lampung turut mendukung gerakan ayah mengambil rapor dan mengantar anak pada hari pertama sekolah.

“Gerakan Ayah mengambil rapor dan mengantar anak pada hari pertama sekolah,” jelasnya.

Selain itu, TP PKK Lampung ikut memperkuat program Generasi Berencana (Genre), termasuk melalui peran Batin Wulan sebagai Bunda Genre dan keterlibatannya dalam pemilihan Duta Genre.

Edukasi dan sosialisasi kepada remaja juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga.

BKKBN: Pemerintah Tak Bisa Bekerja Sendiri

Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana menyambut positif langkah TP PKK Lampung memperkuat kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi berbagai pihak penting untuk mendukung pengembangan Generasi Berencana di Lampung.

“Ini hal yang sangat baik. Tentunya, kita akan berkolaborasi penuh dalam mendukung Generasi Berencana (Genre) yang ada di Lampung melalui berbagai program bermanfaat,” kata Ratu.

Sementara itu, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat (Deputi V) Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

“Kami sepakat bahwa kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Jangkauan kami sangat terbatas,” ujarnya.

Karena itu, kolaborasi dengan perangkat terkait dinilai penting agar pembangunan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran hingga tingkat desa.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung sekaligus Sekretaris TP PKK Lampung Hanita Fahrial, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, serta jajaran TP PKK Lampung dan Kemendukbangga/BKKBN.

Penguatan kolaborasi ini diharapkan membuat Desa Tapis tidak hanya menjadi program pemberdayaan, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk intervensi pembangunan keluarga dan pencegahan stunting hingga tingkat desa. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA