x

Kriya Lampung Naik Kelas, Batin Wulan Bidik Pasar Global

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 26 Sep 2026 22:32 0 100 admin

Jakarta (LB): Kriya Lampung kembali mendapat panggung di tingkat nasional. Beragam karya perajin dan pelaku UMKM Lampung dipamerkan dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Keikutsertaan Lampung dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung memperluas pengenalan produk kriya daerah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza atau yang akrab disapa Batin Wulan, mengatakan Kriyanusa tidak semata-mata menjadi ruang untuk memamerkan produk.

Menurutnya, pameran tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan kekayaan kriya Lampung, membangun jejaring, serta membuka peluang pasar baru hingga tingkat internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sebuah pameran, tetapi menjadi momentum untuk membawa karya kriya dari para perajin dan UMKM Provinsi Lampung agar dapat diperkenalkan lebih luas. Harapannya, melalui pameran ini kriya Lampung semakin dikenal dan mampu menembus kancah nasional maupun internasional,” ujar Batin Wulan.

Batin Wulan menilai Lampung memiliki kekayaan kriya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga merepresentasikan identitas, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, pengembangan industri kriya, menurutnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter daerah. Di saat yang sama, inovasi dan peningkatan kualitas produk juga harus terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan selera dan kebutuhan pasar.

KRIYANUSA. Lampung kembali menunjukkan potensinya, kali ini di Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026. (Foto: dok. Pemprov Lampung).

“Kita ingin karya-karya perajin Lampung tidak hanya bagus secara produk, tetapi juga memiliki nilai dan cerita tentang Lampung. Identitas budaya ini harus tetap kita jaga, sambil terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas,” ujarnya.

Menurut Batin Wulan, perluasan akses pasar menjadi salah satu kunci agar sektor kriya memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Ketika produk perajin mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, peluang peningkatan produksi, pendapatan, serta keberlanjutan usaha juga semakin terbuka.

Untuk itu, Dekranasda Lampung akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat ekosistem kriya daerah.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, kreativitas dan desain, inovasi, promosi, hingga perluasan akses pemasaran.

“Harapan kita tentu bukan hanya produk kita tampil di pameran. Setelah pameran ini, harus ada peluang yang lebih luas bagi para perajin untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Batin Wulan juga mengajak masyarakat memberikan dukungan nyata kepada para perajin lokal dengan mengenal, menggunakan, dan membeli produk-produk kriya dalam negeri.

Dukungan konsumen, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan usaha perajin sekaligus mempertahankan warisan budaya daerah.

Pameran Kriyanusa 2026 berlangsung di JCC Jakarta pada 26–30 September 2026, dibuka Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming dan menghadirkan 410 stan di Hall A dan Hall B JICC. Beragam produk kriya dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan dalam pameran tersebut.

Dalam sambutannya, Selvi mengajak masyarakat memperkuat keberlanjutan usaha perajin dengan membeli dan menggunakan produk kriya lokal.

Dukungan terhadap produk dalam negeri, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan menggerakkan perekonomian keluarga serta daerah.

“Setiap kali kita membeli karya lokal, kita tidak sekadar membeli sebuah benda, tetapi kita juga ikut menjaga warisan dari nenek moyang kita, untuk menghidupkan tradisi serta menggerakkan roda ekonomi keluarga dan juga daerah,” kata Selvi.

Pada penyelenggaraan Kriyanusa 2026, Sumatera Selatan ditetapkan sebagai Provinsi Ikon Kriyanusa 2026.

Pembukaan Kriyanusa 2026 dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta jajaran pengurus Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia. (lpg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA