x

Cukuh Balak Hujan Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau

waktu baca 2 minutes
Sabtu, 5 Sep 2026 17:59 0 177 admin

Tanggamus (LB): Erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda menyemburkan lava pijar menyerupai air mancur sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026).

Erupsi Gunung Anak Krakatau ini berdampak di berbagai wilayah, salah satunya di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Di Pulau Tabuan dan Desa Putih Doh dan wilayah Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, mengalami hujan abu vulkanik dan berkabut, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan video yang diterima lampungbarometer.id, hujan abu mengakibatkan bangunan rumah dan gedung sekolah ditutupi abu tebal. Hujan abu ini membuat langit terlihat gelap. Kondisi ini membuat warga merasa khawatir dan berupaya untuk tidak keluar rumah.

“Sudah sejak Sabtu pagi hujan abu, sore ini ditambah berkabut. Sudah disapu berkali-kali dan dipel tapi debu masih tebal,” ucap Halimah, salah satu warga Cukuh Balak.

Sementara itu, di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Lampung, dilaporkan terdengar suara dentuman dan getaran yang dirasakan sebagian warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah instrumennya merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama dengan laporan dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Bandung Raya. Namun lembaga tersebut tak bisa memastikan bahwa erupsi berhubungan dengan dentuman tersebut.

Pernyataan berbeda disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mengatakan, berdasarkan pengalaman erupsi Anak Krakatau pada 2020 dan Gunung Kelud pada 2014 yang suara dentumannya terdengar hingga jarak jauh, erupsi Anak Krakatau tetap merupakan salah satu kemungkinan penyebab dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, pada 4-5 September 2026.

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, erupsi yang dimulai Jumat, pada pukul 23.07 WIB masih berlangsung hingga 04.40 WIB, disertai suara gemuruh yang terdengar dari pos pengamatan gunung api di Pasauran, Banten.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi masih berlangsung hingga Sabtu pagi.

“Masih, tapi tidak terlihat karena tertutup kabut,” kata Suwarno dikutip dari BBC Indonesia.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*/Her/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA