Lampung Timur (LB): Organisasi pencak silat terbesar di dunia, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Batanghari, Cabang Lampung Timur, menggelar acara sosialisasi terkait penerapan aplikasi digital untuk pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi pengurus rayon, subrayon, dan tempat latihan yang tersebar di seluruh ranting Kecamatan Batanghari.
Acara dihadiri seluruh pengurus rayon, pengurus ranting Batanghari, dan perwakilan dari pengurus Cabang Lampung Timur, bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Ranting Batanghari, Sabtu (29/8/2026) malam.
Ketua Ranting Batanghari, Kangmas Suwarso, menerangkan mulai tahun ini hingga pengesahan warga PSHT leting 2027 dan tahun-tahun berikutnya setiap rayon atau tempat latihan yang akan mengadakan tes atau ujian kenaikan tingkat (UKT) harus mengikuti mekanisme yang ada dalam aplikasi.
Menurutnya, sistem ini sebenarnya lebih memudahkan rayon dalam pelaksanaan UKT karena sudah dilengkapi materi tes sehingga standarnya bisa sama di setiap rayon.
“Kalau tidak diikuti maka nanti bisa terkendala dalam pembuatan piagam, KTA, dan sebagainya karena sistem di aplikasi ini akan menjadi data base dan sebagai acuan untuk membuat dokumen terkait PSHT dan juga untuk kelanjutan kegiatan PSHT selain dalam pelaksanaan UKT ini,” ujar Suwarso, yang juga merupakan Warga PSHT Tingkat 2 sekaligus pengurus di PSHT Cabang Lampung Timur.
Ia menambahkan bahwa melalui penerapan sistem aplikasi digital ini maka seluruh kegiatan di rayon dapat terkoordinasi dengan baik dengan pihak ranting, cabang, hingga ke pusat.
“Dengan sistem online semacam ini maka kontrol terhadap kegiatan akan lebih maksimal mengingat saat ini jumlah peminat dan tempat latihan PSHT sangat banyak yang tersebar di mana-mana,” lanjut Kangmas Suwarso.
Sementara Mas Sulistyo, selaku sekretaris ranting sekaligus tim narasumber, menjelaskan secara detil tahapan-tahapan penggunaan aplikasi ini kepada para pengurus rayon.
“Saya berharap semua rayon mampu mengaplikasikan ini. Kita sudah di era digital dan mau tidak mau harus mengikuti perubahan sistem ini, khususnya dalam pelaksanaan UKT. Saya yakin di setiap rayon ada warga PSHT yang memiliki kemampuan dalam hal IT,” ujar Mas Sulis.
Secara sederhana, Sulis menambahkan aplikasi UKT ini hanya membutuhkan kelengkapan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, seperti data siswa, data pelatih, dan data tim penguji UKT. Selanjutnya aplikasi sudah menyediakan sistemnya hingga materi tes secara detil.
“Sistem ini terkoneksi dari rayon, ranting, cabang, hingga pusat. Melalui sistem ini juga maka persamaan materi di ajaran PSHT dapat dikoordinasikan dengan baik dan selanjutnya tinggal kita laksanakan. Kalaupun ada kendala dalam penerapan aplikasi ini silakan hubungi tim dari ranting yang siap membantu jika dibutuhkan. Semoga PSHT tetap jaya selamanya,” pungkasnya. (Aris)
Tidak ada komentar