x

Dianggarkan Rp 14,67 M, Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates – Metro Dikawal Gubernur

waktu baca 2 minutes
Rabu, 22 Apr 2026 22:33 0 81 admin

Lampung Tengah (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan ruas jalan Provinsi Wates–Metro yang menelan anggaran Rp14,67 miliar agar menghasilkan kualitas terbaik dan meningkatkan konektivitas ekonomi masyarakat.

Perbaikan ruas jalan provinsi ini ditandai dengan groundbreaking di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, yang ditinjau Gubernur, Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan data teknis, penanganan jalan tersebut memiliki panjang efektif 1,345 kilometer dengan alokasi anggaran Rp14,67 miliar. Pembangunan ini menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan jalan.

Dalam kesempatan itu, Iyay Mirza menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas. Ia menyebut hasil pembangunan akan dinilai langsung masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” ujar Mirza.

Ia juga mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara ketat dan seluruh tahapan teknis dijalankan sesuai prosedur. Pemerintah provinsi, kata dia, tidak ingin jalan rusak kembali dalam waktu singkat.

Selain itu, dia menginstruksikan kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) agar seluruh ruas yang telah dijadwalkan selesai hingga akhir tahun. Untuk ruas yang belum dapat diperbaiki secara permanen, Ia meminta dilakukan penanganan patching agar jalan tetap fungsional.

Gubernur juga menyoroti kondisi saluran air di sepanjang jalan yang kerap terabaikan. Ia meminta pembersihan drainase serta penataan tanaman liar di sisi jalan.

“Saya masih melihat bahu jalan yang terbengkalai. Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” ujarnya.

Dalam dialog dengan kepala desa setempat, terungkap ruas jalan tersebut telah lama tidak diperbaiki secara menyeluruh. Perbaikan sebelumnya pun disebut tidak bertahan lama.

Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza menegaskan penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalan. Ia juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga sistem drainase dengan baik.

Selain faktor konstruksi dan drainase, Gubernur Mirza menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat di ruas tersebut, seperti truk pengangkut sawit dan mobil pengangkut tetes tebu. Menurutnya, muatan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

“Ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama, yakni kualitas konstruksi, sistem drainase yang optimal, serta beban kendaraan yang melintas,” ucapnya. (pim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
LAINNYA