x

‎Komunitas Kotaseger Indonesia Sajikan Lakon ‘Angon Angin’ di Parade Teater Jawa Timur 2025

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 25 Okt 2025 13:54 0 362 admin

Surabaya (LB): Parade Teater Jawa Timur tahun 2025 resmi digelar pada 24 – 25 Oktober 2025 di Gedung Cak Durasim kompleks Taman Budaya Provinsi Jawa Timur. Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah pertunjukan “Angon Angin” yang dipersembahkan Komunitas Kotaseger Indonesia.

‎Dimulai dengan kesunyian yang mengisi seluruh isi ruang, di dalam gelap gulita itu terdengar rapal zikir yang menjalar pelan ke seluruh isi gedung. Di sanalah, kemudian tampak sesosok makhluk terperangkap di dalam jala. Alat tradisional penangkap ikan itu yang lantas mengantarkan kisah seorang bernama Darim melakukan pencarian terhadap jiwanya sendiri.

‎Adegan demi adegan dilakukan secara apik, penuh akrobatik, tetapi tak lalai esensi pesannya tetap tersampaikan kepada pada penyaksi. Di sanalah pula, muncul berbagai penanda tentang lokalitas, fenomena sosial, hingga nilai-nilai sufistik turut mengisi sendi-sendi pertunjukan.

‎Sutradara Ali Khumaini mengaku, lakon “Angon Angin” yang dihadirkan dalam perhelatan Parade Teater Jatim kali ini adalah bentuk pembacaan ulang atas lakon “Kocak Kacik” karya Arifin C. Noer.

‎“Kami mengadaptasi lakon “Kocak Kacik” ini untuk menilik kembali gagasan, ide, bahkan nilai-nilai dan nalar teater dari Arifin,” tuturnya menjelaskan.

‎“Kami membaca karya Arifin ini sebagai medium perenungan jiwa, sekaligus melakukan olah diri untuk sepenuhnya menghadirkan konteks di dalam pertunjukan.”

‘ANGON ANGIN’. Komunitas Kotaseger Indonesia menampilkan Lakon ‘Angon Angin” dalam ajang Parade Teater Jawa Timur 2025. (Foto: Dok. Komunitas Kotaseger Indonesia)

‎Ia juga mengaku proses adaptasi lakon “Angon Angin” ini melibatkan banyak unsur kearifan lokal dari daerah tempat ia berasal. Ia bersama teman-teman di Kotaseger Indonesia menghadirkan suatu pertunjukan adaptif dengan pendekatan tubuh yang estetik.

‎Dalam kesempatan lain, Luhur Kayungga, presidium Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur yang didapuk sebagai Kurator Parade Teater Jatim 2025 mengungkapkan Komunitas Kotaseger Indonesia terpilih sebagai penyaji Parade Teater Jatim kali ini disebabkan keberaniannya atas suatu proses kreatif yang berbeda.

‎“Dari keenam kelompok yang lolos kurasi itu, hanya Kotaseger yang berani menggunakan pendekatan lain,” tuturnya kepada wartawan.

‎“Teman-teman Kotaseger bukan saja telah berhasil mengadaptasi bentuk, tetapi nalar, gagasan, bahkan nilai-nilai di dalam naskah tersebut telah berhasil diolah secara adaptif dengan lokalitas mereka.”

‎Selanjutnya, aktor Supriyadi yang juga Kurator Parade Teater Jatim 2025 turut mengapresiasi atas pertunjukan Kotaseger Indonesia ini.

‎“Saya sangat mengapresiasi kerja-kerja kreatif yang dilakukan teman-teman Kotaseger, utamanya keberanian teman-teman dalam mengadaptasi bentuk, menghadirkan gagasan baru, dan kepiawaian teman-teman dalam melibatkan penonton untuk terlibat memaknai. Selamat untuk teman-teman Kotaseger,” ucapnya.

‎Diketahui, tahun ini Parade Teater Jatim mengusung tema “Membaca Arifin C. Noor dalam Platform Teater Jawa Timur”. Pada perhelatan kali ini, para kurator memberi wewenang untuk mengelaborasi berbagai karya sastrawan dan sutradara terkemuka di Indonesia itu ke dalam berbagai bentuk yang diadaptasikan pada kearifan lokal daerah Jawa Timur.

‎Itulah mengapa pada kesempatan ini Komunitas Kotaseger Indonesia menghadirkan karya “Angon Angin” sebagai bentuk adaptasi dari lakon “Kocak Kacik”. (waja)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA