x

‎Lampung Jadi Target Program Hilirisasi dan Investasi Besar Sektor Pangan ‎

waktu baca 2 minutes
Jumat, 19 Sep 2025 09:53 0 835 admin

Bandar Lampung (LB): Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Pada Desember 2025 ini, akan dilakukan peremajaan tanaman di sektor hulu dengan kucuran dana Rp180 miliar dan tahun depan akan dibangun pabrik pengolahan di sektor hilir.

‎Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Dirjenbun Kementan RI Abdul Roni Angkat beserta jajaran dan perwakilan perusahaan di ruang kerja Gubernur, Bandar Lampung, Kamis (18/9/2025).

‎Abdul Roni Angkat menyampaikan saat ini Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi.

‎”Sesuai instruksi Pak Menteri, insya Allah kita akan usung program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu yaitu proses peremajaan, kita sediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah,” ungkap Roni.

‎Dia menjelaskan nilai investasinya yaitu bahan baku yang diberikan itu akan menjadi sebuah ekosistem dan menjadi bahan baku yang bisa diperhitungkan untuk dibuat produk hilirisasi perkebunan seperti pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik coklat, pabrik gula dan lain sebagainya. Dia juga menyebut pada tahap awal Kementan akan langsung mengeksekusi proses hilirisasi di bagian hulu (proses peremajaan).

‎“September ini akan langsung kita eksekusi dengan dana Rp180 miliar dan ditargetkan selesai Desember, kemudian untuk pembangunan pabrik pengolahan kemungkinan tahun depan,” ujarnya.

‎Pada kesempatan ini Gubernur menyampaikan mayoritas hasil produk perkebunan dan pertanian di Lampung sudah diekspor ke berbagai negara dalam bentuk mentah. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lampung sangat lamban dikarenakan rasio keuntungan yang didapatkan dari petani sangat kecil.

‎“Kurang lebih 60 persen ekspor kopi Indonesia ke negara luar ini sumber kopinya dari Lampung, coklat juga kurang lebih demikian. Jadi Lampung ini berdasarkan analisis saya, 70 persen uangnya keluar dari Lampung. Artinya apabila 70 persen uang itu dikelola dan hanya berputar di Lampung, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita sangat cepat dan signifikan,” ujar Mirza.

‎Mirza juga meyakini akan terwujudnya Lampung sebagai daerah sentra hilirisasi produk pangan karena saat ini setiap perusahaan yang berencana akan membangun pabrik pengolahan produk pangan semuanya melirik Provinsi Lampung.

‎“Hasil perkebunan kita melimpah, lahan kita luas, lokasi kita strategis tidak terlalu jauh dengan Jakarta, jadi banyak perusahaan yang ingin membangun pabrik itu melirik daerah kita,” ujarnya. (kmf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
LAINNYA