Bandar Lampung (LB): Lampung Democracy Studies (LDS) menghadirkan Dr. Robertus Robet dengan materi Demokrasi Dalam Lintas Sejarah, Dr. Rudy Lukman dengan materi Etika Ruang Publik dan Ella Nuryamah dengan materi Demokrasi dan Problem Ekonomi pada Kelas yang mengangkat Tema Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia tersebut.
Dr. Robertus Robet memulai materi dengan mengajak peserta memahami latar belakang lahirnya ide demokrasi pada era Yunani kuno. Dia menjelaskan mulanya berangkat dari kata poleis yang berarti negara-kota dan oikos yang berarti rumah tangga.
Poleis banyak dipahami sebagai ruang, padahal poleis merupakan tindakan menggunakan Logos dengan tujuan membangun kesejahteraan atau kemaslahatan umum (publik). Poleis berlawanan dengan oikos. Oikos merupakan tindakan yang didasari perjuangan individu dalam upaya memenuhi kebutuhan ekonomi, mendapat keturunan dan kemampuan bertahan saat perang.
Konsep Poleis dan Oikos inilah yang melahirkan konsep Res Publika dan Res Privata yang kemudian hari kita kenal dengan konsep Republican. Konsep ini juga yang dibawa pendiri bangsa dalam merumuskan bentuk negara Republik.
Sementara itu, Dr. Rudy Lukman menjelaskan ruang publik kita telah mengalami perkembangan. Menurut dia, hadirnya sosial media akibat kecanggihan teknologi telah menjadi realitas baru bagi masyarakat. Dalam menghadapi realitas tersebut perlu adanya hukum agar mampu membatasi aktivitas masyarakat.
Dalam konteks Indonesia, ruang publik kita dibatasi nilai moral, ketertiban umum dan undang-undang yang berlaku. Hal tersebut perlu dilakukan agar kebebasan masyarakat dalam negara demokrasi bisa dikontrol dan tidak menggangu hak orang lain.
Selanjutnya Ella Nuryamah yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI menjelaskan demokrasi dan ekonomi berkaitan erat. Partisipasi masyarakat dalam politik akan menentukan arah kebijakan pemerintah dan akan menentukan kondisi ekonomi negara dan masyarakat.
“Keterlibatan publik bisa dilakukan dengan dua cara, yakni ikut bergerak membangun ekonomi dari sektor swasta dengan cara yang paling mungkin seperti UMKM atau ikut terlibat menjadi penentu kebijakan. Kedua hal tersebut menjadi penentu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (*/Herdi)
Tidak ada komentar