x

9 Istri Presiden Soekarno ‘Sang Proklamator’

waktu baca 7 minutes
Selasa, 17 Agu 2021 20:19 0 692 Admin

LAMPUNGBAROMETER.ID – Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dikenal kharismatik dan memiliki pesona luar biasa, sehingga banyak perempuan jatuh cinta. Dalam hidupnya, Sang Singa Podium yang sangat disegani kawan dan lawan ini tercatat memiliki 9 istri, bahkan di antaranya dinikahi Soekarno ketika masih berusia belasan.

Inilah Istri-Istri Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia

1. Siti Oetari Tjokroaminoto


Oetari adalah perempuan pertama dalam hidup Soekarno. Perempuan yang merupakan putri sulung dari HOS (Haji Oemar Said) Tjokroaminoto. Walaupun menikah dengan alasan saling mencintai, rumah tangga Oetari dan Bung Karno tidak bertahan lama karena beberapa alasan.

Mereka jatuh cinta ketika usia Soekarno 18 tahun, sedangkan Oetari empat tahun lebih muda. Kisah cinta mereka berlanjut sampai mahligai pernikahan dua tahun setelahnya (1921). Atas usulan adik Tjokroaminoto, Sukarno yang berumur 20 diminta menikahi Oetari yang saat itu berusia 16 tahun.

Pernikahan mereka digelar sederhana. Namun, dua tahun bersama keduanya memutuskan bercerai dan berpisah dengan cara baik-baik. Setelah tak lagi berstatus suami istri, keduanya tetap berhubungan satu sama lain.

Siti Oetari kemudian menambatkan hati pada Sigit Bachrun Salam, teman Bung Karno ketika di rumah kos. Mereka menikah pada 1924 hingga tahun 1981, keduanya dikaruniai delapan orang anak, salah satunya adalah Harjono Sigit yang merupakan ayah dari Maya Estianty.

Siti Oetari merupakan wanita pertama yang berhasil membuat Soekarno muda terpikat dan namanya abadi dalam sejarah. Siti Oetari Tjokroaminoto lahir pada 1905 dan meninggal pada 1986.

2. Inggit Garnasih

INGGIT Garnasih sosok penting yang terlupakan.

Inggit Garnasih menikah dengan Soekarno di Bandung pada 24 Maret 1923. Pernikahan itu dikukuhkan dengan Soerat Katerangan Kawin No 1.138. Inggit saat itu berusia 36 tahun, sedangkan Soekarno 22 tahun. Bagi Inggit, ini adalah pernikahan ketiga setelah dirinya gagal berumah tangga dengan Nata Atmaja dan H. Sanusi, sedangkan bagi Soekarno merupakan pernikahan kedua setelah bercerai dari Oetari.

Inggit mampu menjadi tempat mencurahkan pikiran saat Soekarno didera kegelisahan. Kesulitan dan kegelisahan itu bermula saat Soekarno berjuang menamatkan kuliah di THS karena tak punya cukup biaya. Inggit berjuang dengan berjualan jamu untuk membiayai kuliah Soekarno hingga menyandang gelar insinyur.

Pada 29 Desember di tahun yang sama, Soekarno ditangkap Belanda dan dipenjara di Banceuy. Atas putusan pengadilan, Soekarno dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Saat itu Inggit menyambung hidup dengan menjahit baju serta menjual kutang, bedak, rokok, sabun, dan cangkul.

Tidak lama setelah keluar dari penjara Sukamiskin, pada 1 Agustus 1933, Soekarno kembali ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores. Inggit mendampingi Soekarno, dia membawa serta ibu dan anak angkatnya, Ratna Juami, ke Ende.

Pada 1938 mereka pindah ke Bengkulu karena Soekarno terserang malaria. Inggit tetap setia mendampingi Soekarno. Namun, cinta mereka retak seketika, sebab Soekarno kembali jatuh cinta dengan Fatmawati. Inggit menolak dimadu karena baginya sangat tabu dan memilih sendiri daripada harus berbagi.

Inggit kembali ke Bandung. Soekarno melenggang ke Jakarta dan menikahi Fatmawati pada 1944. Soekarno tetap mengatakan Inggit adalah ratu dalam hatinya. Inggit dan Soekarno bercerai di Pegangsaan Timur 56 disaksikan oleh Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansur.

Inggit Garnasih lahir pada 17 Februari 1888 di Kamasan, Banjaran, Bandung dan meninggal di Bandung pada 13 April 1984 (96 tahun).

3. Fatmawati

FATMAWATI, Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama.

Fatmawati yang bernama asli Fatimah adalah istri ketiga Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan ibunda dari presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Selain menjadi ibu negara RI, Fatmawati juga berjasa dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945.

Mereka dikaruniai lima orang anak: Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra. Sampai akhir hayatnya, Soekarno dan Fatmawati tidak pernah bercerai. Fatmawati lahir di Bengkulu 5 Februari 1923 dan meninggal pada 14 Mei 1980 di Jakarta.

4. Hartini

HARTINI mampu membuat Soekarno jatuh cinta pada pandangan pertama. Perannya di istana Bogor di era 1950-an sangat besar.

Hartini, istri keempat Soekarno lahir di Ponorogo, Jawa Timur 20 September 1924. Ayahnya Osan adalah pegawai Departemen Kehutanan yang rutin berpindah kota. Hartini menamatkan SD di Malang dan diangkat anak oleh keluarga Oesman di Bandung. Hartini melanjutkan pendidikan di Nijverheidsschool Bandung dan menamatkan SMP serta SMU di Bandung.

Hartini remaja dikenal cantik. Dia menikah dengan Soewondo dan menetap di Salatiga. Ia menjadi janda pada usia 28 tahun dengan lima orang anak. Tahun 1952 di Salatiga, Hartini berkenalan dengan Soekarno yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat itu Soekarno, dalam perjalanan ke Yogyakarta meresmikan Masjid Syuhada.

Setahun kemudian, Hartini dan Soekarno bertemu saat peresmian Teater Terbuka Ramayana di Candi Prambanan. Melalui seorang teman, Soekarno mengirimkan sepucuk surat kepada Hartini dengan nama samaran Srihana. Dua hari setelah Guruh Soekarno Putra lahir pada 15 Januari 1953, Soekarno meminta izin kepada Fatmawati untuk menikahi Hartini.

Soekarno dan Hartini menikah di Istana Cipanas pada 7 Juli 1953. Pada 1964 Hartini pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor. Hartini ikut mendampingi acara kenegaraan Soekarno di Istana Bogor.

Pada masa 1950-an, peran Hartini di Istana Bogor sangat besar. Dia menjadi satu-satunya istri yang paling lama bisa bertemu Soekarno. Namun meskipun demikian, Soekarno masih menikahi Ratna Sari Dewi. Hartini lahir di Ponorogo 20 September 1924 dan meninggal 12 Maret 2002. Dari Hartini lahir Taufan Soekarnoputra, Bayu Sukarnoputra.

5. Ratna Sari Dewi


Naoko Nemoto lahir di Tokyo, Jepang pada 6 Februari 1940 adalah istri ke-5 Soekarno. Setelah menikah Soekarno memberinya nama Ratna Sari Dewi. Dewi menikah dengan Soekarno pada 1962 ketika berumur 22 tahun dan mempunyai anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno dan cucu Frederik Kiran Soekarno.

Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Naoko Nemoto berusia 19 tahun saat pertama bertemu Soekarno yang telah berumur 57 tahun sewaktu sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang.

Tak lama kemudian, Soekarno mengundang Naoko ke Indonesia, hingga keduanya memutuskan menikah. Sebelum menjadi istri Sukarno, ia adalah seorang pelajar dan entertainer. Ada gosip dia telah bekerja sebagai geisha, namun ia telah berulang kali menyangkal.

Setelah Soekarno meninggal, Ratna Sari Dewi Soekarno kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat. Pada 2008 ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang. Tinggal di sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh dengan memorabilia.

6. Haryati


Haryati adalah istri keenam Soekarno. Sebelum menikah dengan Soekarno, Haryati adalah mantan penari istana sekaligus Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Soekarno dan Haryati akhirnya menikah pada tanggal 21 Mei 1963. Namun pada tahun 1966, Haryati diceraikan. Soekarno beralasan sudah tidak cocok.

Haryati merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, putri Kanjeng Pangeran Koesoemajoedho, Bupati Ponorogo Periode 1916—1926.

 7. Yurike Sanger


Yurike Sanger adalah istri ketujuh Soekarno, Pertama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatus pelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara Kenegaraan.

Pertemuan itu rupanya langsung menarik perhatian Sang Putera Fajar. Perhatian ekstra diberikan sang presiden kepada gadis muda itu, mulai dari diajak bicara sampai diantar pulang ke rumah. Rupanya, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Akhirnya, Bung Karno menemui orang tua Yurike. Pada 6 Agustus 1964 mereka menikah secara Islam di rumah Yurike.

Kondisi Soekarno pada 1967 yang secara de facto dimakzulkan sebagai presiden, berdampak pada kehidupan pribadi. Soekarno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai.

8. Kartini Manoppo


Kartini Manopo adalah istri kedelapan Soekarno, merupakan wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi. Dia terlahir dari keluarga terhormat. Kartini Manoppo pernah bekerja sebagai pramugari Garuda Indonesia.

Soekarno dan Kartini Manoppo bertemu saat melihat lukisan karya Basuki Abdullah. Sejak saat itu, Kartini Manoppo tak pernah absen setiap Soekarno ke luar negeri. Soekarno dan Kartini Manoppo kemudian menikah pada 1959 dan dikaruniai anak bernama Totok Suryawan Soekarnoputra pada 1967.

Kartini Manoppo wafat di Jakarta pada 14 April 1990 dan dimakamkan di pemakaman umum di Kelurahan Kotobangun, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu.

9. Heldy Djafar


Heldy Dja’far adalah istri kesembilan Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Heldy Djafar lahir dari pasangan H Djafar dan Hj Hamiah. Ia bungsu dari sembilan bersaudara. Ia menikah dengan Soekarno pada tahun 1966. Kala itu Soekarno berusia 65 tahun sementara Heldy Djafar berusia 18 tahun.

Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yoso. Heldy sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Soekarno bertahan dan hanya ingin dipisahkan oleh maut.

Akhirnya, pada 19 Juni 1968, Heldy yang berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar. Kala itu Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno wafat. Soekarno tutup usia pada 21 Juni 1970, dalam usia 69 tahun. Belakangan, satu dari enam orang anaknya, Maya Firanti Noor, menikah dengan Ari Sigit, cucu Presiden RI Suharto. (*/dbs)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
LAINNYA