x

Anggota DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami: Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi Membahayakan Siswa

waktu baca 2 minutes
Senin, 1 Jun 2020 16:57 0 142 admin

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 terlalu terburu-buru.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika dipaksakan akan menjadi pertaruhan besar bagi keselamatan guru dan peserta didik. Oleh sebab itu, dia menegaskan pembukaan sekolah di saat pandemi seperti saat ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa.

“Kita tahu, hingga kini penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, kasus baru masih bermunculan dan kurvanya juga masih belum melandai. Jika dipaksakan akan membahayakan bagi anak-anak. Kebijakan itu seakan menjadikan anak-anak kelinci percobaan untuk menguji kebijakan pemerintah,” ujar Lesty, Senin (2/6/2020).

ANGGOTA Komisi V DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 terlalu terburu-buru dan membahayakan siswa-siswi.

Kekhawatiran senator Partai Banteng Moncong Putih ini sangat wajar, karena penularan Covid-19 kepada anak-anak Indonesia masih cukup tinggi.

Menurut rilis resmi yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Mei 2020, tidak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, dari 3.324 anak dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, sebanyak 129 orang dinyatakan meninggal.

Lesty mengungkapkan, kasus kematian anak Indonesia karena Covid-19 paling tinggi se-Asia. Oleh sebab itu, jika tidak menyiapkan seluruh faktor pendukungnya maka sekolah dapat menjadi mata rantai baru penularan Covid-19.

“Kita perlu memikirkan bagaimana anak berangkat ke sekolah, bagaimana anak berinteraksi dengan sesama murid dan guru, bagaimana faktor kebersihan sarana dan prasarana sekolah, hingga bagaimana mengatur rasio jumlah siswa per kelas,” katanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan berdasar laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), baru 18 persen sekolah yang siap dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sedangkan 80 persen lebih sekolah tidak siap.

“Ini bukti bahwa pembukaan sekolah saat ini berbahaya dan penuh pertaruhan, bahkan banyak orang tua khawatir jika pembukaan sekolah tetap dipaksakan,” ujar Lesty. (Tin/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juni 2020
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
LAINNYA