x

Kasus Pisau ‘Nancep’ di Kepala Masih Misterius, Kinerja Polsek Pulomerak Disorot

waktu baca 3 minutes
Selasa, 27 Okt 2026 23:35 0 19 admin

Cilegon (LB): Kasus dugaan penusukan terhadap Jahidi, warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, yang ditemukan dengan sebilah pisau menancap di kepala, hingga kini belum terungkap. Lebih dari sebulan sejak peristiwa itu terjadi, identitas pelaku dan penyebab kejadian tersebut masih menjadi tanda tanya.

Belum adanya kejelasan penanganan perkara ini memunculkan pertanyaan mengenai perkembangan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Pulomerak, Polres Cilegon. Keluarga korban mendesak polisi mengungkap fakta di balik peristiwa yang menyebabkan Jahidi mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah bengkel di kawasan Flyover Merak, Kecamatan Pulomerak pada Jumat, 25 September 2026 dini hari.

Istri korban, Lena, menuturkan suaminya pulang bekerja dari PT Yuliana Inti Persada (YIP) sekitar waktu magrib. Setelah itu, Jahidi kembali berangkat untuk membantu pekerjaan mantan atasannya di sebuah bengkel karena mekanik di tempat tersebut sedang pulang.

“Suami saya meminta izin berangkat kembali untuk membantu pekerjaan bos sebelumnya di sebuah bengkel di kawasan Merak, karena mekanik bengkel tersebut sedang pulang,” kata Lena saat ditemui di rumahnya, Senin (12/10/2026) lalu.

Berdasarkan informasi yang diterima dari rekan suaminya, Jahidi menyelesaikan pekerjaan sekitar tengah malam. Karena kelelahan, ia kemudian tertidur di kursi bengkel. Namun, menjelang subuh, Lena justru menerima kabar suaminya mengalami kecelakaan. Informasi itu disampaikan seorang sopir tanpa penjelasan terperinci mengenai kronologi kejadian.

Saat ditemukan, Jahidi dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka serius. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon untuk menjalani operasi.

Di tengah proses pemulihan korban, keluarga kini harus menghadapi beban biaya pengobatan yang tidak sedikit. Lena menyebut total biaya perawatan mencapai sekitar Rp150 juta, dengan sebagian tagihan masih belum terbayar.

“Sekarang sudah dibayar Rp80 juta, sedangkan sisanya masih menunggak. Pihak rumah sakit memberikan waktu satu minggu untuk melunasi,” ungkap Lena.

Menurut Lena, proses pendaftaran perawatan awal dengan biaya umum dilakukan oleh pihak bengkel. Pemilik bengkel sebelumnya menyatakan bersedia membantu biaya pengobatan dengan skema ditanggung bersama. Namun, menurutnya, bantuan yang telah diberikan sejauh ini baru Rp20 juta.

Keluarga berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan persoalan biaya pengobatan tersebut. Di sisi lain, mereka juga meminta kepolisian memberikan kepastian mengenai kasus yang menimpa Jahidi.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu melunasi tunggakan biaya pengobatan. Kami juga berharap polisi bisa mengungkap kasus ini agar jelas apa yang sebenarnya terjadi pada suami saya,” ujarnya.

Saat ini Jahidi telah kembali ke rumah, tetapi kondisinya belum sepenuhnya pulih. Sementara itu, bagaimana sebilah pisau bisa menancap di kepalanya dan siapa yang bertanggung jawab masih belum terjawab.

Polisi Dalami Kasus

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Unit Reskrim Polsek Pulomerak masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi, termasuk istri korban, disebut telah dimintai keterangan. Polisi juga dikabarkan telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dan telepon seluler milik korban.

Meskipun demikian, hingga berita ini dirilis belum diperoleh informasi mengenai penetapan tersangka maupun perkembangan penyelidikan. Motif dan kronologi lengkap kejadian juga belum diketahui.

Kejelasan langkah penyelidikan, pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, serta kendala yang dihadapi penyidik menjadi hal penting untuk menjawab pertanyaan keluarga korban sekaligus memastikan penanganan perkara berjalan transparan.

Kasus ini tidak hanya menyangkut luka serius yang dialami Jahidi, tetapi juga nasib keluarga yang masih menanggung beban pengobatan. Kini keluarga menunggu kepastian hukum atas perkara ini. (*/Ardi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA