x

UIN RIL dan BRIN Jajaki Kolaborasi Riset Strategis

waktu baca 4 minutes
Senin, 19 Okt 2026 23:06 0 21 admin

Bandar Lampung (LB): Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menjajaki kolaborasi penelitian dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara UIN RIL dan Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN di ruang rapat Wakil Rektor III UIN RIL, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang kolaborasi penelitian lintas disiplin sekaligus memperluas akses sivitas akademika terhadap program riset nasional.

Wakil Rektor III UIN RIL, Bambang Budiwiranto, Ph.D., menerima rombongan BRIN bersama sejumlah pimpinan universitas dan fakultas. Kedua pihak membahas potensi penelitian yang dapat dikembangkan berdasarkan kompetensi lembaga dan persoalan nyata di daerah.

Dari UIN RIL, pertemuan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, M.H.; Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr. H. Ali Abdul Wakhid; Kepala UPT Pusat Pengembangan Bisnis Dr. Evi Ekawati; Kepala Pusat Moderasi Beragama Dr. Abd Qohar; Kepala Pusat Penelitian Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Si.; serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama Novrizal Fahmi.

Sementara itu, rombongan BRIN dipimpin Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Prof. Umi Mu’awanah, M.T., M.Sc., M.S., Ph.D. Ia didampingi peneliti BRIN di Lampung, yakni Prof. Robet Asnawi, Slameto, Ratna Wylis A., dan Zahara.

Perwakilan peneliti BRIN di Lampung, Robet Asnawi, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan membangun komunikasi sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama, terutama dalam pengembangan riset ekonomi sirkuler.

Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Umi Mu’awanah, menjelaskan bahwa ruang kolaborasi penelitian tidak terbatas pada ekonomi perilaku dan ekonomi sirkuler. Kerja sama juga dapat mencakup ekonomi finansial, ekonomi makro, ekonomi mikro, serta bidang lain sesuai kebutuhan dan kompetensi para peneliti.

“Ekonomi perilaku dan sirkuler ini bisa menjadi salah satu pintu masuk. Mediumnya juga bisa ekonomi finansial, makro, mikro, dan lainnya. Di BRIN ada lebih dari 80 pusat riset yang bisa menjadi ruang untuk mengembangkan kerja sama,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah skema pendanaan riset yang tersedia di BRIN, antara lain RIIM, RPIS, PRIMA, PRIMA Daerah, PKR, dan program startup.

Menurut Umi, peluang tersebut dapat dimanfaatkan perguruan tinggi melalui pengajuan gagasan penelitian yang konkret, terukur, dan mampu menjawab persoalan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam pengembangan dan pelaksanaan penelitian.

Wakil Rektor III UIN RIL, Bambang Budiwiranto, menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan, kerja sama riset antara BRIN dan UIN RIL selama ini belum terbangun secara eksplisit. Karena itu, audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membentuk kemitraan penelitian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Bambang mengusulkan FEBI menjadi proyek percontohan (pilot project) pengembangan riset bersama. Selanjutnya, kerja sama diharapkan dapat diperluas melalui LP2M agar peluang penelitian dapat diakses lebih luas oleh sivitas akademika UIN RIL.

Dekan FEBI, Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UIN RIL selama ini banyak didukung melalui skema Litapdimas dan Mora BIB.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Bisnis, Evi Ekawati, berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung program kampus berdampak. Dengan demikian, penelitian tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Senada, Kepala Pusat Penelitian UIN RIL, Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Si., mengapresiasi terbukanya peluang kolaborasi dengan BRIN. Ia menilai UIN RIL memiliki sumber daya manusia yang berpotensi berkontribusi dalam berbagai program penelitian sehingga kesempatan tersebut perlu disiapkan dan dimanfaatkan secara strategis.

Yuberti berharap komunikasi yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang membuka ruang lebih luas bagi para peneliti UIN RIL untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menghasilkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan ekosistem riset di UIN Raden Intan Lampung, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi berbasis penelitian untuk menjawab tantangan pembangunan daerah. (ril)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA