x

Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Bentuk Generasi Berkarakter

waktu baca 4 minutes
Senin, 5 Okt 2026 19:17 0 26 admin

Bandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pembangunan sumber daya manusia dengan menggabungkan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta ruang kreativitas bagi generasi muda.

Upaya itu antara lain diwujudkan melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran, serta penguatan seni Islami sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pembangunan generasi masa depan Lampung tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan keterampilan. Pendidikan juga harus dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual.

Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat membuka Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/10/2026).

Festival yang mengusung tema “Melalui Musik Islami Kita Perkuat Syiar Islam, Lestarikan Budaya dan Bangun Generasi Lampung yang Berakhlak” tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

FOTO BERSAMA. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan foto bersama saat pembukaan Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/10/2026).

Menurut Gubernur, program Satu Desa Satu Sarjana dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Lampung, terutama mereka yang berasal dari desa.

“Melalui Satu Desa Satu Sarjana, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan memiliki ilmu serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan,” ujar Gubernur.

Sementaraj program Satu Desa Satu Hafiz Quran diarahkan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang baik.

“Kita ingin membangun dua kekuatan sekaligus, kekuatan ilmu dan kekuatan iman,” katanya.

Gubernur menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta nilai-nilai agama.

Dengan demikian, generasi muda Lampung diharapkan mampu berkembang secara akademik dan profesional tanpa kehilangan nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.

“Kita ingin anak-anak Lampung memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi tetap memiliki akhlak yang kuat, mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan,” lanjutnya.

Pembangunan sumber daya manusia tersebut juga diarahkan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh generasi muda dapat kembali memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, kita ingin mereka kembali memberikan manfaat bagi desa dan kampung halamannya,” ujar Gubernur.

Dalam konteks itu, festival seni Islami dinilai memiliki posisi penting. Qasidah dan musik Islami tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai media menyampaikan pesan kebaikan, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri generasi muda.

Pemprov Lampung pun mendorong agar ruang-ruang kreativitas seperti seni dan budaya terus berkembang sehingga generasi muda dapat menjadi pribadi yang cerdas, kreatif dan berprestasi, sekaligus memiliki karakter serta nilai keagamaan yang kuat.

Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo, mengatakan festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang mencari juara. Namun, juga menjadi ruang untuk menghidupkan, mengembangkan, sekaligus mewariskan seni Islami kepada generasi penerus.

Ia berharap seni Islami dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus mendorong generasi muda mengembangkan bakat dan kreativitas.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari melaporkan, Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung 2026 berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti DPD Lasqi Nusantara Jaya dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Untuk kategori Lomba Seni Qasidah, terdapat enam grup peserta yang berasal dari Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pesawaran.

Sedangkan Lomba Bintang Vokalis diikuti 44 peserta dan Lomba Pop Islami diikuti 27 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Lampung.

Melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, seni, dan berbagai ruang kreativitas tersebut, Pemprov Lampung mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan keterampilan, tetapi juga kreativitas, kepercayaan diri, serta karakter dan nilai agama yang kuat. (lpg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA