x

Gubernur Mirza Dorong HKTI Lampung Selatan Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian

waktu baca 4 minutes
Selasa, 1 Sep 2026 15:09 0 141 admin

Lampung Selatan (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung Selatan mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat hilirisasi hasil pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dorongan tersebut disampaikan Mirza usai melantik PAC HKTI Lampung Selatan periode 2026–2031 di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (1/9/2026).

Menurut Mirza, kesejahteraan petani menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi daerah. Sebagian besar masyarakat Lampung masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

“Kalau petaninya makmur, masyarakatnya akan makmur. Kalau masyarakatnya makmur, negara juga akan menjadi kuat,” kata Mirza.

Ia menilai pergerakan harga komoditas pertanian, salah satunya jagung, memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Ketika harga turun tajam, tekanan ekonomi turut dirasakan petani dan masyarakat di wilayah sentra produksi.

Sebaliknya, harga komoditas yang stabil dan menguntungkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Mirza menyebut Pemerintah Pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto terus membenahi sektor pertanian, termasuk melalui kebijakan terkait harga komoditas dan tata kelola distribusi pupuk.

Setelah persoalan tersebut semakin terkendali, menurut dia, tantangan berikutnya ialah meningkatkan pendapatan petani melalui produktivitas dan penciptaan nilai tambah.

“Tugas kita sekarang adalah meningkatkan pendapatan petani. Bagaimana caranya? Pertama, kita tingkatkan produktivitas,” tegasnya.

Target Produktivitas Jagung Tembus 10 Ton Per Hektare

Mirza menyoroti produktivitas jagung di sejumlah lahan pertanian Lampung Selatan yang saat ini berada pada kisaran enam hingga delapan ton per hektare. Ia mendorong HKTI Lampung Selatan ikut mengawal peningkatan produktivitas hingga menembus lebih dari 10 ton per hektare.

Salah satu upaya yang disiapkan Pemerintah Provinsi Lampung ialah mendorong pemanfaatan pupuk hayati cair (PHC), khususnya bagi petani di Kecamatan Penengahan.

Mirza mengatakan pemerintah provinsi akan memberikan PHC secara gratis kepada petani sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan.

“Insya Allah, dengan penggunaan pupuk hayati cair dari Pemerintah Provinsi Lampung, produktivitas petani dapat meningkat,” ujarnya.

Program tersebut telah diuji coba di sejumlah lokasi. Karena itu, HKTI Lampung Selatan diminta ikut memastikan program tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Selain produktivitas, Mirza menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Petani didorong tidak terus-menerus menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah yang rendah.

Jagung menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Mirza mendorong hasil panen petani tidak seluruhnya dijual dalam kondisi basah.

“Jagung yang dihasilkan di masing-masing kecamatan harus kita upayakan untuk dikeringkan,” katanya.

Untuk mendukung proses tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan menyiapkan mesin pengering atau dryer berkapasitas 20 ton.

Jagung yang telah dikeringkan selanjutnya dapat diolah menjadi bahan baku pakan ayam. Rantai usaha tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih jauh melalui peternakan ayam di desa-desa.

Menurut Mirza, pola tersebut menjadi salah satu contoh konkret hilirisasi pertanian. Petani tidak hanya memperoleh pendapatan dari hasil panen, tetapi juga berpeluang mendapatkan nilai tambah dari proses pengolahan hingga pengembangan usaha turunannya.

“Tugas HKTI adalah membantu Presiden. Ketika harga sudah baik, kita lanjutkan dengan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.

Konsep serupa, lanjut Mirza, dapat dikembangkan pada sejumlah komoditas unggulan Lampung, seperti padi, kelapa, singkong, dan berbagai tanaman pertanian lainnya.

Mirza berharap kepengurusan PAC HKTI Lampung Selatan periode 2026–2031 tidak berhenti sebagai wadah organisasi. HKTI diminta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ia mendorong HKTI membangun sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, pemerintah kecamatan, kepala desa, kelompok tani, Gapoktan, serta berbagai organisasi terkait.

“Tujuan utamanya adalah bagaimana petani kita sejahtera, bagaimana petani kita makmur, dan bagaimana anak-anak petani dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mempertemukan petani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga potensi pertanian Lampung dapat dikelola secara lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

“Kita terus bekerja sama. Kita perkuat pertanian. Kita hubungkan petani dengan ilmu pengetahuan. Kita pastikan potensi yang dimiliki Lampung benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Mirza. (lpg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA