Bandar Lampung (LB): Dies Natalis Ke-26 Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kelompok Studi Seni (KSS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) suguhkan pentas seni bertajuk ‘Aksa Buwana’ di Aula K FKIP, Jumat (27/6/2024).
Kegiatan yang mengangkat Tema “Aksa Buwana” ini dibuka Dekan FKIP Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hermi Yanzi, M.Pd.
Wakil Dekan Hermi Yanzi dalam sambutannya menyampaikan Dies Natalis KSS Ke-26 ini merupakan perjalanan panjang dalam mewarnai FKIP. Hermi berharap UKMF KSS semakin dewasa dan kompak seiring dengan bertambahnya usia UKMF ini.
“Keberhasilan mahasiswa ketika sudah menjadi alumni tidak hanya diukur dari nilai akademisnya saja, namun pembentukan karakter melalui organisasi kemahasiswaan sangat diperlukan perannya, salah satunya KSS. Kami harap KSS melalui para pendirinya serta penerusnya selalu berkontribusi secara berkelanjutan di FKIP Unila,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum UKMF KSS FKIP Unila, Rasyid Reihan Al-Fajri, mengucapkan terima kasih kepada dekanat FKIP Unila dan para senior KSS dan rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan dukungan atas terlaksananya kegiatan ini.
“Terima kasih atas dukungan dan kehadiran pihak Dekanat, para senior KSS dan rekan-rekan mahasiswa. Tema Aksa Buwana ini mempresentasikan perjalanan panjang yang telah ditempuh UKMF KSS selama 26 Tahun, setiap langkah yang dilalui menjadi bagian dari pembelajaran yang membentuk cara pandang yang lebih luas terhadap kehidupan seni dan kebersamaan KSS dari awal didirikan Tahun 2000 sampai saat ini di hari jadi ke-26 tahun,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Senior sekaligus salah satu pendiri KSS Anton Kurniawan, M.M. mengharapkan KSS bisa berdampak positif terhadap perkembangan Universitas Lampung khususnya FKIP dan selalu menjaga rasa empati terhadap sesama mahasiswa dan masyarakat. Ia juga berharap pihak Dekanat FKIP lebih memperhatikan dukungan untuk UKM KSS terutama dalam hal anggaran.
“Pengaruh gadget saat ini sangat besar terhadap mahasiswa yang mampu menggerus rasa empati. Oleh karena itu, UKMF KSS diharapkan menjadi organisasi mahasiswa yang bisa menjaga rasa saling peduli dan empati atas hal-hal yang terjadi di kampus maupun di masyarakat. Jangan sampai handphone menghapus rasa peduli sesama dan rasa empati terhadap lingkungan sekitar kita,” ucapnya.
Anton mengungkapkan kebutuhan anggaran UKMF KSS lebih besar dibandingkan UKMF lain, hal ini semoga menjadi pertimbangan pihak Dekanat FKIP,” pungkasnya.
Adapun suguhan pentas seni ‘Aksa Buwana’ dalam Dies Natalis ini menampilkan Tari Kreasi Bedana oleh Divisi Tari, Pembacaan Puisi oleh Divisi Sastra, Petikan Gitar Klasik Lampung Pesisir oleh Divisi Musik dan Teater Lakon Tanah Karya Anggraini Agfar oleh Divisi Teater. (Herdi)
Tidak ada komentar